Kamis, 14 Oktober 2010

KASINGSAT

A. Nama
1. Nama ilmiah : Cassia omlidentalis Linn.
2. Nama daerah : kasingsat (Sunda), menting (Jawa), kopi andelan (Melayu), bulinggang alas (Simalor).
3. Nama asing : -

B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Kasingsat memiliki rasa pahit, bersifat dingin, dan agak beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun kasingsat di antaranya demeric anthrone dan glikosida, suatu pencahar yang sangat paten. Sementara pada akar terkandung -hydroxy-anthraquinone, 1,8-dihydroxy- anthraquinone, quercetin, emodin, heterodi-anthron, dan thrysophanol.
Efek farmakologis kasingsat di antaranya mengobati radang mata, merangsang nafsu makan, pencahar (laxans), dan antiradang.

C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kasingsat dapat dilakukan dengan biji. Kasingsat dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Bagian daun, biji, batang, dan akar yang telah dikeringkan di bawah sinar matahari dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batuk, sesak napas, radang paru-paru
Rebus 10—is g tumbuhan kering dengan 4 gelas air sampai tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya untuk diminum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

2. Digigit ular
Lumatkan segenggam daun kasingsat segar. Tambahkan sedikit air matang dan peras. Minum airnya dan bubuhkan ampasnya pada luka gigitan.

3. Hepatitis
Rebus 10—15 g tumbuhan kering dengan 4 gelas air sampai tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

4. Keputihan (flour albus)
Kukus daun kasingsat muda secukupnya, lalu makan sebagai lalap.

5. Sakit kepala berulang
Rebus 30 g daun kasingsat dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

6. Sulit buang air besar, disentri, diare kronis, dan nyeri ulu hati
Rebus 10—15 g tumbuhan kering dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Selengkapnya...

Kamis, 30 September 2010

KARET KEBO

A. Nama
1. Nama ilmiah : Ficus elastica Roxb.
2. Nama daerah : ki karet (Sunda), karet kebo (Jawa).
3. Nama asing : rubber tree (Inggris), yin du xianq jiao shu (Cina).

B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Karet kebo memiliki rasa pedas dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam karet kebo di antaranya getah berupa senyawa karet (lateks). Efek farmakologis yang dimiliki oleh karet kebo di antaranya melancarkan peredaran darah dan menghilangkan sakit (analgetik).

C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan karet kebo dapat dilakukan dengan setek batang. Karet kebo dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. Baglan Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Bagian akar karet kebo dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Bisul
Cuci akar secukupnya sampai bersih, lalu giling halus. Tambahkan sedikit air dan aduk hingga menjadi bubur, lalu bubuhkan di tempat yang sakit.

2. Berhenti haid pada usia subur (amenorrhoea sekunder)
Cuci bersih 40 g akar karet kebo, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

3. Maag
Cuci bersih 35 g akar karet kebo, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

4. Rematik sendi
Cud bersih 30—50 g akar karet kebo, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.

Selengkapnya...

Kamis, 16 September 2010

KAPULAGA

A. Nama
1. Nama ilmiah : Amomum cardamomuin Willd. = A. cornpactum Solad. ex.Maton.
2. Nama daerah kapolagha (Bali), kapulaga (Jawa), kapulaga (Madura), palago (Sunda), polago puwar (Minangkabau), gandimong (Bugis), kapulaqa (Makasar).
3. Nama asing : ronde kardemon (Inggris).

B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Buah kapuiaga memiliki rasa agak pahit dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam kapulaga di antaranya minyak terbang sineol, terpineol dan alftiborneol, -kamper, protein, gula, lemak, serta silikat.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh kapulaga di antaranya untuk obat batuk, obat pent kembung, penurun panas, antitusif, peluruh dahak, dan antimuntah.


C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan

Perbanyakan kapulaga dapat dilakukan dengan rimpang. Kapulaga dirawat dengan disiram air yang cukup, dipupuk dengan pupuk organik, dan dilakukan pemeliharaan untuk pencegahan penyakit.

D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Seluruh bagian tumbuhan, terutama akar dan buah kapulaga dapat digunakan untuk pengobatan penyakit serta bahan campuran obat.

1. Batuk
Cuci 6 g buah kapulaga sampai bersih, lalu rebus dengan 200 ml air selama 15 menit. Dinginkan, lalu minum sekaligus. Ulangi pengobatan sampai sembuh.

2. Bau badan

Rebus 5 g buah kapulaga, 100 g akar alang-alang, serta 1—2 batang benalu teh (Loranthus sp.) dengan 2 gelas air. Tunggu sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Saring air rebusan, lalu minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

3. Demam dan panas
Cuci 10 g kapulaga, 25 g pulosari, 10 g bawang putih, 25 g merica, dan 25 g kunyit sampai bersih, lalu campur menjadi satu. Tumbuk halus bahan-bahan tersebut, lalu tambahkan air panas secukupnya sehingga membentuk larutan. Tambahkan satu sendok makan madu murni dan dua butir kuning telur ayam kampung. Aduk sampai rata. Minum larutan 2—3 jam setelah makan malam setiap hari selama 1 bulan.

4. Kejang perut, rematik

Seduh 6 g buah kapulaga yang sudah dikeringkan dengan 1 gelas air mendidih, lalu dinginkan. Minum sekaligus satu gelas sehari.

5. Pencegah mual

Cud 5 g buah kapulaga, 100 g akar alang-alang, serta 1—2 batang benalu teh (Loranthus sp.) sampai bersih, lalu tambahkan 2 gelas air. Rebus semua bahan sampai air rebusan tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Saring air rebusan lalu minum dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

6. Radang amandel, gangguan haid, kejang perut, obat kumur, influenza, radang lambung, sesak napas, badan lemah (sebagai tonikum)
Cuci 5 g buah kapulaga, 100 g akar alang-alang, serta 1—2 batang benalu teh (Loranthus sp.) sampai bersih, Rebus semua bahan dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Saring air rebusannya lalu minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

Selengkapnya...

Minggu, 05 September 2010

KAMBOJA

A. Nama
1. Nama ilmiah : Plumeria acuminate Aft.
2. Nama daerah : samboja, semboja, kamboja (Jawa); kamoja, samoja (Sunda); cempaka bakul, campaka sahakul (Madura); bunga jera, mbunga jene mawara (Makasar); dan bunga kahmoyang (Timor).
3. Nama asing : temple tree/flower (Inggris), ji dan hua (Cina).

B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis

Bunga kamboja mempunyai rasa manis, bersifat sejuk, dan berbau harum. Bahan kimia yang terkandung dalam getah kamboja di antaranya damar, kautcuk, senyawa karet, senyawa triterpenoid, amyrin, dan lupeol. Kulit batangnya mengandung plumeria, yaitu zat pahit beracun, sebagai laxant. Batang dan daunnya mengandung fulvoplumierin serta minyak menguap yang terdiri dari geraniol, sitronellol, Iinallol,famniesol, dan fenil alcohol.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh kamboja di antaranya penurun panas (antipiretik), peluruh kencing (antidiuretik), dan obat batuk (antitusif). Kulit kayunya digunakan sebagai laxant (pelancar buang air besar). Getah, daun, kulit batang, akar, serta seluruh bagian tumbuhan untuk mencegah pingsan akibat udara panas (heat stroke), disentri basiler, gangguan pencernaan (dispepsia), gangguan penyerapan makanan pada anak, kurang gizi (malnutrisi), radang hati (hepatitis infectiosa), radang saluran napas (bronkhitis), jantung mengipas/berdebar keras (palpitasi), TBC (tuberkulosa), cacingan, sembelit (konstipasi), kencing nanah (gonorrhoea), beri-beri, busung air, kapalan (klavus), telapak kaki bengkak dan pecah-pecah, sakit gigi berlubang, tertusuk duri atau terkena pecahan beling, bisul (furunculus), patek (frambusia), serta benjolan keras (tumor).

C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kamboja dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Kamboja dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik (kompos dan pupuk kandang).

D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Bunga kering, getah, daun, kulit batang dan akar, serta seluruh bagian tumbuhan kamboja dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Bisul
Cuci bersih daun kamboja, lalu panaskan sampai lemas. Olesi dengan minyak kelapa lalu tempelkan pada bisul.
Cara lainnya, oleskan getah batang kamboja langsung pada bisul dua kali sehari.

2. Disentri, mencret karena panas dalam
Rebus 12—24 g bunga kamboja kering dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusan, lalu minum.

3. Gigi berlubang
Oleskan beberapa tetes getah kamboja pada kapas, lalu letakkan kapas untuk menutupi bagian gigi yang berlubang. Lakukan dengan hati-hati, jangan sampai terkena gigi yang sehat.

4. Kencing nanah

Rebus 1 potong akar kamboja dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air hasil rebusan, lalu minum.
Cara lainnya, cuci 3 jari kulit kamboja, potong-potong, lalu rebus dengan 5 gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Saring air rebusan, tambahkan madu secukupnya, lalu minum tiga kali sehari masing-masing 3/4 gelas.

5. Telapak kaki bengkak dan pecah-pecah
Rebus 1 potong kulit kamboja dengan 3 liter air sampai mendidih. Gunakan air rebusan untuk merendam kaki yang sakit saat masih hangat.

6. Tumor
Giling halus kulit kayu kamboja, lalu tambahkan air secukupnya sampai seperti bubur. Ternpelkan pada bagian badan yang ada benjolannya.

Selengkapnya...

Sabtu, 21 Agustus 2010

JOMBANG

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Taraxacum mongolicum Hand-Mazz.
2. Nama daerah : jombang (Melayu).
3. Nama asing : dandelion (Inggris) dan pu gong ying (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Dalam farmakologi Cina, jombang memiliki rasa manis, pahit, bersifat dingin, dan masuk meridian lever, serta lambung. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jombang di antaranya choline, taraxol , taraxerol, taraxasterol, -amyrin, stigmasterol, glukosa, fruktosa, dan -sitosterol.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh jombang di antaranya anti-biotic, anti-radang, anti-swelling, penurun panas, penghilang racun, peluruh kencing, dan penguat lambung.
Efek samping yang terkadang ditimbulkan setelah minum rebusan jombang di antaranya terasa mual, muntah, tidak enak di perut, dan diare ringan.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jombang dilakukan dengan biji. Jombang dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Seluruh bagian tumbuhan, rimpang segar, atau dikeringkan dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Kanker di bagian paru-paru, servix, uterus, dan gusi
Cuci bersih 30 g tumbuhan segar jombang, tumbuk sampai halus, lalu peras. Minum air perasan sekaligus. Ulangi dengan cara yang sama 2 kali sehari.

2. Luka bakar dan tersiram air panas
Tumbuk 60 g akar segar sampai halus lalu peras. Oleskan air perasnnya pada bagian yang luka.

3. Maag kronis
Cuci bersih 20 g tumbuhan segar jombang lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

4. Memperbanyak ASI dan memperbaiki fungsi pencernaan
Potong kecil-kecil 30 g akar atau rimpang segar jombang lalu rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, peras, lalu saring air perasan, dan buat menjadi 2 bagian yang sama banyak. Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore, masing-masing 1 bagian.

5. Radang atau abses payudara
Cud bersih 30 g tumbuhan jombang segar lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu dimmum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
Untuk obat Iuarnya, cuci tumbuhan segar jombang 60 g, tumbuk, lalu peras. Oleskan air perasannya pada bagian yang sakit.

6. Radang kantung empedu
Cuci 40 g tumbuhan jombang segar sampai bersih lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu diminum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

7. Tumor di esophagus, lambung, usus, hail, dan pankreas
Cuci bersih 20 g tumbuhan segar jombang, tumbuk sampai halus, lalu peras. Minum air perasan sekaligus 3 kali sehari.

Selengkapnya...

Kamis, 05 Agustus 2010

Jamblang / duwet

Jamblang tergolong tumbuhan buah-buahan yang berasal dari Asia dan Australis tropic. Biasa ditanam di pekarangan atau tumbuhan liar, terutama di hutan jati. Jamblang tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.

Pohon dengan tinggi 10-20 m ini berbatang tebal, tumbuhan bengkok dan bercabang banyak. Daun tunggal , tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. helai daun lebar berbentuk baji, tetapi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengkilap, panjang 7-16 cm, lebar -9 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk malai dengan cabang yang berjatuhan, bunga duduk, tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan, kelopak bentuk lonceng berwarna hijau muda, mahkota bentuk bulat telur, benang sari banyak, berwarna putih, dan baunya harum. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih buah hijau, setelah masak warnanya merah putih. Berakar tunggang, bercabang – cabang, berwarna cokelat muda

Biasanya buah jamblang yang masak dimakan segar. Rasanya agak asam sepat, kulit kayu bisa digunakan sebagai pewarna.

Sifat dan Khasiat Buah Jamblang
Daging buah rasanya asam manis, sifatnya sejuk, astrigen kuat, berbau aromatic. Berkasiat melumas organ paru, menghentikan batuk, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), memperbaiki gangguan pencernaan, merangsang keluarnya air liur, dan menurunkan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Kulit kayu berkasiat untuk peluruh haid.

Kandungan Kimia
Jamblang mengandung minyak asiri, fenol (methylxanthoxylin), alkaloid (jambosine), asam organic, triterpenoid, resin yang berwarna merah tua mengandung asam elagat dan tanin.

Bagian yang Digunakan
Bagian tanama yang dapat digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, daging buah dan bijinya. Daging buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan. Jika daging buah dimakan, akan menyebabkan rongga mulut dan lidah berwarna ungu.

Indikasi
Daging buah digunakan untuk pengobatan :
• Kencing manis (diabetes mellitus),
• Batuk kronis, sesak napas (asma),
• Batuk rejan, batuk pada TB paru disertai nyeri dada,
• Nyeri lambung dan diare.
Biji digunakan untuk pengobatan :
• Kencing manis (diabetes mellitus),
• Diare, disentri,
• Gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri lambug, keram perut,
• Keracunan strychnine (penawar racun yang tidak spesifik), dan
• Pembesaran limpa.
Kulit Kayu digunakan untuk pengobatan :
• Kencing Manis (diabeter mellitus)
• Diare
• Sariawan
Cara Pemakaian
Daging buah bisa dimakan secukupnya sebagai buah meja.

Efek Samping
• Hasil penelitian menunjukan biji, daun, dan kulit kayu jamblang mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa darah (efek hipoglikemik) pada penderita diabetes mellitus tipe II.
• Penelitian di India mendapat hasil bahwa buah jamblang potensial sebagai obat kontrasepsi pada pria
• Pada percobaan binatang, jamblang dapat mencegah timbul katarak akibat diabetes.
• Jamblang juga menurunkan risiko timbulnya atherosclerosis sampai 60-90% pada penderita diabetes. Hal ini terjadi karena kandungan oleanolic acid pada jamblang dapat menekan peran radikal bebas dalam pembentukan atherosclerosis.

Contoh Pemakaian

• Batuk Kronis, asma
- Cuci buah jamblang segar (15 g) sampai bersih, buah bijinya, lalu makan. Lakukan tiga kali sehari
- Sediakan buah jamblang kering (15g). masukkan ke dalam mengkuk, tambahkan air sampai seluruh buah terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya dan makan buahnya sekaligus. Lakukan tiga kali sehari.

• Batuk Rejang
Siapkan buah jamblang kering (15g), empedu ayam betina (1 buah), dan gula pasir secukupnya. Masukkan ke dalam air sampai seluruh bagian terendam, lalu tim sampai matang. Minum airnya dan makan isinya. Lakukan sekali sehari sampai sembuh.

• Batuk pada TB Paru disertai nyeri dada
Siapkan buah jamblang segar (30g, jika dipakai buah kering gunakan sebanyak 15g) dan daun sembung segar (Blumea balsamifera) (25 g). Cuci semua bahan, lalu potong-potong daun sembung seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula pasir (15g) dan air secukupnya sampai seluruh bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya. Makan buahnya, tetapi bijinya dibuang. Setiap malam sebelum tidur

• Diare pada anak
Siapkan buah jamblang segar yang belum matang dan beras yang sudah digongseng sampai kuning (masing-masing 6g). masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, makan sekaligus. Lakukan tiga kali sehari.

• Nyeri Lambung
Gongseng buah jamblang kering tanpa biji (30g) sampai berbau harum. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, makan seluruhnya. Lakukan tiga kali sehati, selama 10 hari.

• Sariawan

Rebus kulit kayu atau daun secukupnya. Setelah dingin, gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan 3-4 kali dalam sehari

Sumber : Ensiklopedi Tanaman Obat Indonesia


Selengkapnya...

Rabu, 21 Juli 2010

JERUK PURUT

A. NAMA
1. Nama ilmiah: Citrus hystrix DC.
2. Nama daerah : jeruk purut (Jawa), parale (Makasar), lemon papeda (Ambon), lemon titigila (Ternate).
3. Nama asing : percupin orange (Inggris), bai magrut (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Jeruk purut memiliki rasa agak asin dan kelat dan bersifat stimulan serta penyegar. Beberapa bahan kimia yang terdapat pada jeruk purut di antaranya daun minyak asiri 1—1,5%, steroid triterpenoid, dan tanin 1,8%. Kulit buah mengandung saponin, tanin 1%, steroid triterpenoid, dan minyak asiri dengan kandungan sitrat 2—2,5%.
Efek farmakologis jeruk punt di antaranya anti-spasmodik dan anti-septik.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jeruk purut dilakukan dengan cangkok dan biji. Jeruk purut dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Buah jeruk purut dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Influenza
Peras 1 butir jeruk purut, seduh dengan ½ cangkir air panas , lalu minum selagi hangat. Lakukan 2 kali sehari masing-masing ½ cangkir.

2. Kulit kotor
Belah 1 butir jeruk purut menjadi 2 lalu gosokkan potongan jeruk purut pada bagian kulit yang kotor selama 30 menit, lalu bilas dengan air. Lakukan secara rutin sebelum tidur.

3. Rambut bau dan berketombe
Parut 1 butir jeruk purut, tambahkan 1 sendok makan air matang, lalu remas-remas sampai hancur. Saring air yang diperoleh lalu oleskan pada kulit kepala setelah keramas. Lakukan secara rutin 2 kali seminggu.

Selengkapnya...

Kamis, 15 Juli 2010

Bahaya Tidur Dengan Lampu Menyala

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.
Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.

Sumber : timetotalks.blogspot.com

Selengkapnya...

Hubungan Teh Dan Kolesterol

Saat menjamu tamu, sering kali kita mendengar tuan rumah mengeluarkan kata “Maaf, ya, adanya cuma teh.” Perkataannya akan beda, bila tuan rumah menyajikan minuman bersoda atau istilah kerennya soft drink, “Silahkan diminum, jangan malu-malu, lo.”

Itulah sekelumit, gambaran orang Indonesia saat menjamu tamunya dengan secangkir teh hangat. Kedengarannya seperti malu menyuguhi tamunya dengan teh. Padahal teh yang dihasilkan Indonesia sangat berkualitas dan telah di ekspor ke manca negara.
Ini jelas berbeda dengan masyarakat Jepang, China, dan Inggris yang menjadikan teh sebagai salah satu kebanggaan. Sampai-sampai mereka punya jam khusus untuk sekadar minum teh bersama keluarga atau rekan-rekannya.

Baru beberapa tahun terakhir ini, masyarakat Indonesia mulai menyadari keistimewaan dan pentingnya mengkonsumsi teh. Makanya, beragam jenis teh terus bermunculan dan menawarkan khasiatnya masing-masing. Dua jenis teh yang sedang hangat dibicarakan adalah teh bakar dan hibiscus, yang katanya berkhasiat menutunkan kolesterol.

Kata Indrayani Saridewi, salah satu penjual teh bakar asal Surabaya, teh bakar berasal dari daun teh pilihan dengar bibit khusus dan bermanfaat bagi kesehatan. “Salah satunya berfungsi menurunkan kolesterol dan berat badan bagi orang yang tak punya waktu untuk berolahraga,” ajar Dewi, panggilan gaulnya.

Menurut pengakuan Dewi, karena khasiatnya yang istimewa, teh tersebut harus dia.datangkan dari luar negeri. Awalnya, dia mengimpor dari Malaysia. Tapi setelah mengetahui asalnya, dia memesan langsung dari Inggris. Dewi mengimpor teh bakar itu secara curah, lalu mengemasnya dalam bentuk teh celup.

Sesuai namanya, teh bakar adalah teh yang dibakar. Akibat pembakaran, daun tehnya jadi hitam. Namun, tidak berarti tehnya menjadi berwarna hitam juga, lo. Waktu teh bakar diseduh, warnanya berubah menjadi warna oranye dan rasanya seperti teh tawar. “Dengan minum teh bakar, racun-racun akan dikeluarkan dari dalam tubuh,” ujar Dewi. “Untuk mendapatkan hasil maksimal, biasanya teh diminum dua hingga tiga kali dalam sehari sekitar 10 menit hingga 20 menit usai makan.”

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, teh harus diminum sepuluh menit sebelum makan dan diimbangi dengan olahraga jalan kaki 10 menit hingga 15 menit setiap harinya. “Teh bakar tak boleh dicampur dengan gula serta tak memiliki efek samping,” ajar Dewi berpromosi. Bagi penderita kolesterol, khasiat teh ini baru akan terasa minimal setelah tiga bulan mengonsumsi.Pemasaran baru via telpon

Khasiat teh bakar tak hanya menurunkan kolesterol. Ada banyak khasiat lainnya seperti mencegah proses penuaan dini, memperbaiki proses pencernaan makanan dalam lambung, mencegah pengeroposan tulang dan menurunkan risiko penyakit jantung. Bahkan teh ini juga bisa mengurangi lemak sehingga membantu menurunkan berat badan.
Karena khasiatnya yang banyak, harganya pun lumayan mahal. Harga teh bakar satu kotak berisi 60 kantung celup Rp 135.000. Harga ini sudah termasuk ongkos pengiriman barang. Maklum, pemasarannya baru lewat telepon. Tahun depan, teh ini rencananya baru dipasarkan secara online.

Jika sulit mendapatkan teh bakar, alternatif lain, kita bisa mengkonsumsi teh hibiscus alias rosella merah. Teh ini memiliki khasiat tak jauh berbeda dari teh bakar.

Menurut Andreas Kurniawan, penjual teh hibiscus dari indonesiaherbal.com, teh ini asalnya merupakan teh impor dari Sudan, Mesir. Teh ini bermanfaat mengeluarkan racun dari tubuh, menurunkan kolesterol, anti-hipertensi, hingga memperbaild gangguan pencemaan.

Perkembangan pasar teh hibiscus ini lebih pesat dari teh bakar. Bahkan, teh ini sudah banyak dikembangkan petani lokal. Perbedaannya hanya pada warnanya. “Kalau teh impor berwarna ungu, teh lokal warna merah,” kata Andreas. (Tanggul Joko Pamungkas)

Sumber : KONTAN

Selengkapnya...

Sabtu, 03 Juli 2010

JERUK NIPIS

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Citrus aurantifolia [Christm. & Panz.] Swingle.
2. Nama daerah : lemau nipis (Melayu); jeruk nipis (Jawa); jeruk alit, kaputungan, lemo (Bali); dongaceta (Bima); mudutelong (Flores); mudak enelo (Solor); delomakii (Pulau Roti); jeru (Pulau Sawu); lemo ape, lemo kapasa (Bugis); usinepese (Ambon).
3. Nama asing : acid lime, sour lime (Inggris); limmece, limab (Arab); zhi qiao (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Buah jeruk nipis memiliki rasa pahit, asam, dan bersifat sedikit dingin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jeruk nipis di antaranya asam sitrat sebanyak 7—7,6%, damar lemak, mineral, vitamin B1, minyak terbang, sitral llimonen, fellandren, lemon kamfer, geranil asetat, cadinen, dan linalin asetat. Selain itu, jeruk nipis juga mengandung vitamin C sebanyak 27 mg/100 g jeruk, Ca sebanyak 40 mg/100 g jeruk, dan P sebanyak 22 mg. Efek farmakologis yang dimiliki oleh jeruk nipis di antaranya antidemam, mengurangi batuk, anti-inflamasi, dan anti-bakteri.


C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan jeruk nipis dilakukan dengan biji, cangkokan, dan cara terbaik adalah okulasi. Jeruk nipis dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Jeruk nipis menghendaki tempat terbuka sehingga memungkinkan untuk mendapatkan cukup sinar matahari langsung.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Buah segar, akar, daun, bunga, dan getah batang dan jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batuk dan demam
Cuci bersih 1 jari rimpang temulawak lalu potong tipis-tipis lalu rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Saring, tambahkan air perasan dari ¼ potong butir jeruk dan 2 sendok makan madu. Minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

2. Kepala pusing

Cuci bersih 7 helai daun jeruk nipis segar lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan ke dalam hasil tumbukan 1 sendok makan air perasan jeruk nipis, aduk sampai rata. Gunakan campuran bahan ini untuk menggosok tengkuk, dahi, dan pelipis. Ulangi 2—3 kali sehari dengan cara yang sama.

3. Menghilangkan keriput pada wajah
Peras 1 butir jeruk nipis, tambahkan 1 sendok teh minyak kayu putih dan ¼ sendok makan kapur sirih. Aduk sampai rata lalu balurkan pada wajah setiap malam.

4. Pelangsing

Peras 1 butir jeruk nipis lalu seduh dengan i gelas air panas bersama teh hijau secukupnya. Minum ramuan setiap pagi dan sore dengan cara yang sama.

5. Sakit tenggorokan
Tusuk sepotong jeruk nipis dengan tusuk sate, bubuhkan kecap ke atas potongan buah tadi, lain panaskan di atas api selama 1 menit. Peras jeruknya lalu minum air perasannya sekaligus. Lakukan 2 kali sehari dengan cara yang sama.

6. Tenggorokan banyak lendir
Peras 2 butir jeruk nipis lalu seduh dengan ½ cangkir air panas. Tambahkan sedikit garam, aduk, lalu minum saat hangat sebelum sampan.

Selengkapnya...