A. NAMA1. Nama ilmiah : Thevetia peruviana (Pers.) K. Schum.
2. Nama daerah : ginje (Jawa), ki hujan (Sunda).
3. Nama asing : huang hua jia zhu tao (Cina)
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Ginje memiliki rasa pedas, pahit, bersifat hangat, dan mengandung racun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ginje di antaranya thevetin A, thevetin B, peruvoside, nemfolin, eerberin, perusitin, thevelene, dan neriperside.
Efek farmakologis ginje di antaranya penguat jantung (cordiotonic), peluruh kemih, obat cacing (ant helmintic), dan penghilang bengkak.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUTIAN
Perbanyakan ginje dapat dilakukan dengan biji atau anakan. Ginje dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun, kulit batang, tangkai, akar, dan biji dan buah ginje masak yang telah dijemur dapat dimanfaatkan untuk menangani serta mengobati beberapa penyakit dan permasalahan sebagai berikut.
1. Membunuh serangga
Tumbuk seluruh bagian tumbuhan ginje secukupnya, tambah 2 l air, lalu aduk sampai rata. Gunakan untuk menyemprot serangga.
2. Radang di pinggir kuku (paronichya)
Cuci 10—15 helai daun ginje segar lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air, 1 sendok makan madu, lalu aduk sampai rata. Simpan tumbukan yang telah bercampur air dan madu ke dalam wadah yang kering untuk digunakan beberapa kali. Ambil ramuan secukupnya dan dalam wadah lalu oleskan menyeluruh pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin 2—3 kali sehari.
Catatan : tumbuhan ginje sebaiknya tidak digunakan sebagal obat minum ataupun dimakan dalam keadaan segar karena beracun.
Selengkapnya...
Jumat, 21 Mei 2010
GINJE
GENDOLA
A. NAMA1. Nama ilmiah: Basella rubra Linn.
2. Nama daerah : ganjerot (Jawa Tengah), gondola (Sunda), kandula (Madura), gendola (Melayu), gendola (Bali), tatabuwe (Sulawesi Utara), pailoo (Gorontalo), lembayung (Minangkabau).
3. Nama asing : malabar night shade (Inggris), lo kuei (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Bahan kimia yang terkandung dalam gendola di antaranya organic acid, glucan, saponin, vitamin A,B, dan C.
Efek farmakologis gendola di antaranya penurun panas, pembersih darah dan organisme penyebab penyakit, dan penetral racun.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gendola dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Gendola clirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.
D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan gendola dapat climanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagal berikut.
1. Campak (measles) dan cacar air
Cuci bersih 30 g bunga gendola lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
2. Dada terasa panas dan sesak
Cuci bersih 70 g seluruh bagian tumbuhan gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan ke dalam air rebusan 1 seloki arak lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
3. Diare
Cuci bersih 30 g akar gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus 1 kali sehari seperti minum teh.
4. Influenza
Cuci bersih 20 g daun gendola segar sampai bersih, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, bubuhi sedikit garam, aduk, llalu minum sekaligus 1 kali sehari dengan sedikit garam.
5. Obat tetes mata
Cuci 10 butir biji gendola, tumbuk halus sampai keluar airnya, saring, lalu teteskan pada mata yang sakit. Lakukan sebanyak 2 kali sehari, masing-masing 2 tetes.
6. Pegal linu dan rematik
Cuci 30 g akar gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari seperti minum teh.
7. Radang kandung kemih dan anyang-anyangen
Cuci bersih 60 g tumbuhan gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus i kali sehari seperti minum teh.
8. Radang usus buntu
Cuci bersih 70 g seluruh bagian tumbuhan gendola, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
9. Sembelit
Rebus 3—5 helai daun gendola dengan air secukupnya sampai mendidih. Angkat daunnya, tiriskan, lalu makan sebagai lalap 1 kali sehari.
Selengkapnya...
Minggu, 16 Mei 2010
GEMPUR BATU
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Borreria hispida Schum.
2. Nama daerah : Bulu lutung (Sunda) , gempur batu (Jawa).
3. Nama asing : -
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Beberapa bahan kimia dalam gempur batu di antaranya flavonoid, saponin, dan polifenol.
Efek farmakologis gempur batu dii antaranya peluruh kencing dan mencegah pembentukan batu ginjal. Namun, tumbuhan gempur bath sebaiknya jangan diberikan pada penderita penyakit yang menyerang perut. Hal tersebut dikarenakan dalam pemakaian yang lama, gempur batu, dapat melemahkan usus.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gempur bath dapat dilakukan dengan anakan. Gempur bath dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanah, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan gempur bath menghendaki tempat yang cukup matahari dan dalam pencegahan penyakit sebaiknya tidak menggunakan pestisida.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian daun dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit sebagai berikut.
1. Menghancurkan batu ginjal, kandung kemih, dan empedu
Cuci bersih 4 raining gempur batu dan 7 batang tanaman meniran beserta akarnya. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan secara rutin selama 1 bulan.
2. Obat luar untuk diare
Cuci bersih batang dan daun gempur batu segar, masing-masing secukupnya, lalu giling halus bersama buah adas secukupnya. Tapalkan hasil gilingan yang telah halus pada bagian perut.
3. Susah kencing
Cuci bersih 15 g daun segar lalu rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit sampai mendidih. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
Selengkapnya...
GATEP PAHIT
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Quassia indica (Gaertn.) Noteboom.
2. Nama daerah : gatep pait, rapus, kelepis (Bangka); lani (Ambon); one-one (Ternate).
3. Nama asing : –
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Gatep pahit memiliki rasa pahit dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam gatep pahit di antaranya samaderine (C29H34010) yang beracun, zat samak, glukoside, dan damar.
Efek farmakologis gatep pahit dii antaranya tonik dan penurun panas.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gatep pahit dapat dilakukan dengan setek dan biji. Gatep pahit dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang cukup matahari.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian biji, kulit, daun, dan inti gatep pahit dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.
1. Kekurangan getah empedu
Cuci bersih 60 g biji gatep pahit lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusan 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
2. Ketombe
Tumbuk 50 g daun gatep pahit sampai halus lalu gunakan untuk keramas.
3. Kurang nafsu makan
Cuci bersih 30 g kulit kayu gatep pahit lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
4. Kolera
Cuci bersih 50 g biji gatep pahit lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
5. Sakit kepala dan penurun panas
Rebus 50 g kulit kayu dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
Selengkapnya...
GARUT
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Maranta arundinacea L.
2. Nama daerah : sagu ban-ban (Batak), sagu rarut (Minangkabau), saku ndrawa (Nias), krarus (Nias), peda sula (Halmahera), huda sula, larut (Sunda), garut (Jawa), arut (Madura).
3. Nama asing : arrowroot, bermuda arrowroot (Inggris); cuk yu (Cina)
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Garut memiliki rasa manis dan bersifat menguatkan (tonik). Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam garut di antaranya flavonoid, dan saponin.
Efek farmakologis garut di antaranya anti-radang dan meningkatkan nafsu makan.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan garut dapat dilakukan dengan rimpang. Garut dirawat dengan penyiraman cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang cukup matahari.
D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Umbi garut dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Diare
Cud bersih 50 g bubuk umbi garut dan 10—20 g daun jambu biji (Psidium guajava L.). Rebus semua bahan dengan 1,5 gelas air sampai mendidih dan menjadi bubur. Pisahkan daun jambu lalu makan buburnya sekaligus 1 kali sehari.
2. Digigit serangga dan ular berbisa
Tumbuk 100 g umbi garut kering sampai menjadi bubuk. Campurkan ke dalamnya 60 g lidah buaya (Aloe vera L.) yang sudah dijus, lalu aduk sampai rata. Oleskan campuran bahan pada bagian yang sakit.
3. Disentri
Cuci bersih 25 g umbi garut dan 15 g patikan kebo lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum air rebusannya sekaligus saat hangat. Lakukan dengan cara yang sama 2 kali sehari.
4. Keputihan
Cuci bersih 100 g bubuk umbi garut dan 30 g kulit delima kering (Punica granatum L.). Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai mendidih dan menjadi bubur. Pisahkan kulit delima lalu makan buburnya sekaligus 1 kali sehari.
5. Menambah nafsu makan dan kekurangan asam lambung
Tumbuk 80 g umbi garut kering sampai menjadi bubuk. Rebus hasil tumbukan tadi bersama asam jawa secukupnya dengan 2 gelas air sampai mendidih dan menjadi bubur. Makan bubumya sekaligus 1 kali sehari.
Selengkapnya...
GAMBIR
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Uncaria gambir (Hunter.) Roxb.
2. Nama daerah : sontang (Batak); gambie (Minangkabau); gabi, gagabere (Halmahera); gambe (Ternate); gambir (Jawa); gambhir (Madura).
3. Nama asing : gambier, white cutch (Inggris).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Gambir memiliki rasa pahit, tetapi semakin lama berubah menjadi manis. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam gambir di antaranya zat samak dan asam katekutanat.
Efek farmakologis yang dimiiki oleh gambir di antaranya astringen, pencahar batuk, sakit kuning, dan anti-diare.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gambir dapat dilakukan dengan setek atau biji. Gambir dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan mi menghendaki tempat terbuka dan sedikit terlindung dan sinar matahari.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATAANNYA
Daun dan getah gambir dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut. Gambir di jual di pasaran dalam bentuk kotak, agak keras, dan berwarna putih.
1. Campuran makan sirih
Rebus daun gambir, campur dengan dedak halus secukupnya, bentuk kecil-kecil seperti kue, lalu jemur. Daun gambir ini digunakan untuk campuran makan sirih
2. Diare pada anak
Cuci bersih 2 potong gambir di dalam segelas air dan 5 cm rimpang kunyit, lalu iris tipis-tipis kedua bahan tadi. Rebus semua bahan dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Untuk anak-anak berumur 3 bulan, berikan air rebusan 1 sendok teh/hari. Anak-anak berumur 4—5 bulan, berikan 2 sendok teh/hari, dan untuk anak-anak berumur 9 bahan, berikan sebanyak 3 sendok teh/hari. Lakukan secara rutin sampai sembuh.
3. Serak, sakit pangkal tenggorokan, dan sakit gusi
Cuci 1 potong gambir, rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas.
Gunakan air rebusannya untuk berkumur dan telan sedikit saja.
Selengkapnya...
Senin, 10 Mei 2010
GADUNG
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Dioscorea hispida Dennst.
2. Nama daerah : gadung ribo (Minangkabau), Gadung (Sunda dan Jawa), sikapa (Makasar), salapa (Bugis), bituke (Gorontalo), gadu (Bima).
3. Nama asing : bitter yam (Inggris), bai su hang (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat dan gadung belum banyak diketahui. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam gadung di antaranya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan dioscorine (C13H19N02). Perlu diketahui bahwa dioscorine pada umbi merupakan racun yang menyebabkan kejang. Oleh karena itu, penggunaan umbi memerlukan penanganan khusus, seperti merendam umbi dalam air mengaiir selama beberapa hari. Cara lainnya adalah memasaknya, misalnya direbus dengan banyak air di atas nyala api sedang dan dalam waktu yang lama.
Efek farmakologis gadung di antaranya penurun panas, anti-rematik, peluruh kencing, pengencer dahak, dan menghilangkan nyeri haid.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gadung dapat dilakukan dengan umbi atau setek batang. Gadung dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang cukup matahari.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Umbi gadung dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.
1. Kencing manis (diabetes mellitus)
Cuci bersih 15 g umbi gadung segar dan 30 g biji alpukat. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus saat hangat 1 gelas sehari.
2. Kusta
Cuci bersih 15 g umbi gadung, 5 g buah cabe jawa, 5 g biji lada, kelapa parut, dan gula merah secukupnya. Rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusannya sekaligus saat hangat 1 gelas sehari dan balurkan ampasnya ke bagian kusta.
3. Nyeri haid
Cuci bersih 10 g umbi gadung segar dan 20 g temulawak. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus saat hangat , gelas sehari.
4. Rematik
Cuci bersih 15 g umbi gadung segar dan 15 g jahe merah. Rebus bahan dengan 3 gelas air sampai tersisa 172 gelas. Minum air rebusan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Selengkapnya...
GANYONG
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Cannna edulis Ker.
2. Nama daerah : Laos jambe, laos mekah (Palembang); ubii pikul (Sumatera Utara); ganyol, ganyong (Sunda); ganyong, lembong nyidra, senitra (Jawa); dan banyur (Madura).
3. Nama asing : quennsland arrowroot (Inggris), pa chian yu (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Ganyong memiliki rasa manis dan bersifat dingin. Beberapa bahan kimia dalam ganyong di antaranya flavonoid, saponin, kalsium, garam fosfat, zat besi, dan polifenol.
Efek farmakologis ganyong di antaranya anti-radang, anti-tekanan darah tinggi, peluruh kencing, dan anti-diare.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan ganyong dapat dilakukan dengan umbi, anakan, dan biji. Ganyong dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup matahari.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian umbi dalam bentuk utuh maupun tepung dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Diare
Parut 20 g umbi ganyong, seduh dengan ½ gelas air panas, aduk, lalu saring. Minum sekaligus saat hangat. Lakukan dengan cara yang sama 3 kali sehari.
2. Nyeri lambung
Cuci bersih 15 g umbi ganyong, 15 g rimpang temulawak, 15 g biji jali yang sudah direndam beberapa hari, dan 15 g daun sambiloto. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus saat hangat. Lakukan 2 kali sehari dengan cara yang sama.
Selengkapnya...
Minggu, 09 Mei 2010
GANDASULI
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Hedychium coronarium Koen.
2. Nama daerah : gandasuli (Sunda); gondasuli (Jawa Tengah); bhalimbhing bulu (Madura); gondasuli (Melayu); manasuli, mandasuli, mandasuling (Belitung); dagasuli, dagahulii (Halmahera).
3. Nama asing : ginger lily (Inggris), chiang hua (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Gandasuli memiliki rasa pahit dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam gandasuli di antaranya glukosa, albumen, resin, resinous acid, selulosa, dan asam organik.
Efek farmakologis gandasuli di antaranya peluruh keringat (diaforetik) dan menambah nafsu makan (stomakik).
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gandasuli dapat dilakukan dengan biji atau anakan. Gandasuli dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang terbuka.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bunga dan rimpang gandasuli dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.
1. Demam nifas
Cuci bersih 1 kuntum bunga gandasuli, 30 g daun srigading (Nyctantes arbortritis Linn.), dan 30 g daun iler. Rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.
2. Rematik
Cuci 15 g rimpang gandasuli, 15 g seluruh tumbuhan jukut pendul kering. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya lalu minum sekaligus saat hangat 1 gelas sehari.
3. Sakit kepala, pilek, dan influenza
Cuci bersih 15 g rimpang gandasuli, 10 g seluruh bagian tumbuhan, tanpa akar, jukut pendul kering (Kyllinga brevifolia Rottb), dan 10 g jahe. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
4. Saluran pencernaan terganggu
Cuci bersih 10 g buah gandasuli lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 1/2 gelas. Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 2 bagian yang sama banyak. Minum 2 kali sehari masing-masing 1 bagian.
5. Terlambat haid (amenorrhea)
Cuci bersih 1 kuntum bunga gandasuli, 15 g daun iler (Coleus artropurpureus Benth.), 20 g kunyit (Curcuma longa L.), 15 g tumbuhan brojolintang (Belamcanda chinensis (L). DC.), ½ sendok teh buah adas, dan 1 jari pulasari (Alyxia reinwardtii Bi.). Potong kecil-kecil semua bahan lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Tambahkan gula enau secukupnya, saring, lalu dinginkan. Minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
Selengkapnya...
GANDARUSA
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Justicia gendarusa Burm. f.
2. Nama daerah : besi-besi Aceh); gandurusa (Melayu); handerosa, gonorusa (Sunda); puli (Ternate).
3. Nama asing : ho gu dun (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Gandarusa memiliki rasa pedas, sedikit asam, dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam gandarusa di antaranya justicin, minyak asiri, kalium, dan alkaloid yang sedikit beracun.
Efek farmakologis gandarusa di antaranya memperlancar peredaran darah dan anti-rematik.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gandarusa dapat dilakukan dengan setek batang. Gandarusa dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.
D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun gandarusa, baik segar maupun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.
1. Bisul dan patah tulang
Cuci bersih 50 helai daun gandarusa segar atau 30 helai daun gandarusa kering lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 seloki arak dan 2 sendok
makan cuka, aduk sehingga menjadi adonan kental. Balurkan adonan di bagian bisul atau tulang yang patah. Lakukan 2 kali sehari dengan cara yang sama.
2. Memar dan keseleo
Cuci bersih 30 g daun gandarusa segar atau 15 g daun kering lain rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
3. Rematik
Cuci bersih 40 g daun gandarusa segar atau 20 g daun kering lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
Kontra indikasi : Wanita hamil dilarang minum ramuan gandarusa.
Selengkapnya...


