A. NAMA
1. Nama ilmiah : Coix lachryma -jobi L.
2. Nama daerah : singkoru batu (Batak Toba), anjalae batu (Minangkabau), jali batu (Melayu), komangge (Sumba), jagung jali kasekore (Halmahera).
3. Nama asing : yi yi ren (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Akar jali memiliki rasa manis, tawar, dan bersifat sedikit dingin, serta masuk meridian limpa. Biji jali memiliki rasa manis, tawar, dan bersifat sedikit dingin, serta masuk meridian limpa, paru dan ginjal. Bahan kimia dalam buah jali di antaranya protein, lemak, karbohidrat, vitamin B1. Biji jali mengandung asam amino, coixol, coicin, coixenolide. Sementara itu, daun jali mengandung alkaloid dan akar mengandung asam palmitat, asam stearat stigmasterol, potassium chlorida, glukosa, tajin, coixol, vitamin B1, serta phytin.
Efek farmakologis jali di antaranya penguat limpa, peluruh kencing, anti-radang, mematikan serangga, anti-toksin, peningkat daya tahan tubuh (imunitas), menghilangkan lembap, mengeluarkan nanah, dan menyembuhkan bisul. Selain itu, biji jali juga dapat menghambat sel kanker pada tingkat metafase.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jali dilakukan dengan biji. Jali dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Akar dan biji jali dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Air kencing sedikit karena infeksi dan penyumbatan bath di saluran kencing, serta kencing bernanah
Cuci bersih 30 g akar kering lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
2. Beri-beri
Cuci bersih 25 g akar kering lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin, minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
3. Kanker lambung, kanker paru, dan kanker mulut rahim
Cuci bersih 15—60 g biji kering lalu rebus dengan 6 gelas air tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.
4. Radang paru-paru, demam, dan batuk sesak
Cuci bersih 10—15 g akar kering lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, minum air rebusan bersama 1 sendok makan madu 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.
5. Rematik
Cuci bersih 50 g biji kering lalu rebus dengan 6 gelas air sampai airnya tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
6. Sakit kuning
Cuci bersih 30 g akar kering lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin, minum air rebusan 2 kali sehari, masing-masing I gelas.
Selengkapnya...
Kamis, 27 Mei 2010
JALI
JAHE MERAH
A. NAMA
1. Nama ilmiah: Zingiber officinale Linn. Var. rubrum
2. 2. Nama daerah : hulia barah, hulia udang (Aceh); jahe sunti (Jawa).
3. 3. Nama asing : red ginger (Inggris); khian jiang chiang (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Jahe merah memiliki rasa pedas dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia dalam jahe merah di antaranya gingerol, minyak terbang, linionene, -linolenic acid, aspartic, -sitosterol, tepung kanji, caprylic acid, capsaicin, chlorogenic acid, dan farnesol.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh jahe merah di antaranya merangsang ereksi, penghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase serta meningkatkan aktivitas kelenjar endokrin. Selain itu, jahe merah juga memiliki efek farmakologis untuk memperlambat proses penuaan, merangsang regenerasi sel kulit, dan bahan pewangi.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jahe merah dapat dilakukan dengan rimpang. Jahe merah dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Rimpang jahe merah dapat climanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Batuk kering menahun
Kunyah 15 g akar rimpang (rhizoma), ambil airnya, lalu telan. Lakukan 3 kali sehari pagi, siang, dan sore setelah makan dengan jumlah yang sama.
2. Gatal-gatal, luka lecet, terkena dun, dan luka tikam
Haluskan 15 g jahe, 3 siung bawang merah, lalu ditempelkan di tempat luka. Lakukan secara rutin sampai sembuh.
3. Gigitan ular
Tumbuk halus 10—15 g jahe bersama ½ sendok teh garam lalu tapalkan ramuan pada bagian yang terkena gigitan ular. Ramuan ini hanya sebagai pertolongan pertama.
4. Melestarikan gairah seksual
Tumbuk sampai halus 10 g jahe, 30 g lengkuas (Languas galanga L.), dan 5 g llada (Piper ningrum L.). Peras 1 buah mengkudu (Morinda citrfolia L.) lalu campurkan airnya ke dalam hasil tumbukan bersama 1 gelas air panas. Peras llalu saring campuran bahan di atas sampai diperoleh segelas air ramuan. Tambahkan ke dalamnya 5 g garam dapur, aduk sampai rata, lalu bagi menjadi 2 bagian, masing-masing untuk suami dan istri. Minum bersama 1 sendok makan madu.
5. Meningkatkan daya tahan tubuh
Cud bersih 20 g jahe, 20 g temulawak, 20 g lempuyang wangi, dan 10 g biji ketumbar. Iris tipis-tipis jahe, temulawak, dan lempuyang wangi lalu jemur sampai kering. Tumbuk halus semua bahan bersama ketumbar sampai menjadi bubuk lalu simpan dalam toples. Penggunaan ramuan ini adalah seduh 1 sendok makan bubuk dengan ½ gelas air mendidih. Tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai rata, lalu minum ramuan 2 kali sehari dengan jumlah yang sama.
6. Obat kuat (afrodisiak)
Cuci bersih 10 g jahe, 10 g biji kucai, 10 g biji pare kering, 15 butir merica, dan 1 sendok teh gula merah. Haluskan semua bahan lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan saat hangat sekaligus. Ulangi 2 kali sehari dengan dosis atau jumlah yang sama.
Selengkapnya...
Sabtu, 22 Mei 2010
ILER
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Coleus scutellarioides (L.) Benth.
2. Nama daerah: si gresing (Batak), iler (Jawa Tengah), jawek kotok (Sunda), ati-ati (Bugis), dan adong-adong (Palembang).
3. Nama asing : mayana (Tagalog) dan tzai ye coo (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Dalam farmakologi Cina, tumbuhan iler memiliki rasa agak pahit dan berbau harum. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan her di antaranya kaya tanin, minyak asiri, lemak, dan phyosterol calcium oxalate.
Efek farmakologis tumbuhan iler di antaranya peluruh haid, penambah nafsu makan, menetralisir racun, menghilangkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, dan sebagal obat cacing.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan 11cr dapat dilakukan dengan biji dan setek batang. Iler dipelihara dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun dan akar iler dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Bisul, abses, dan borok
Cuci bersih 10 helai daun iler segar, tumbuk sampai halus, lalu tambahkan sedikit air bersih sampai membentuk adonan. Gunakan adonan ini untuk menutup bisul, abses, dan borok, lalu dibalut. Ganti obat dart balut kembali 2—3 kali sehari.
2. Cacingan
Cuci bersih 7 helai daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.
3. Gangguan pencernaan
Cuci bersih 10 he]ai daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
4. Keputihan
Cuci bersih 7 helai daun segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
5. Perut mules
Cuci bersih 3 potong akar iler, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
6 Radang telinga
Cuci bersih 15 lembar daun iler segar, lalu giling halus. Tambahkan 3 sendok makan air matang, lalu aduk sampai rata. Peras hasil adukan lalu saring dengan sepotong kain. Teteskan air yang tersaring pada telinga yang sakit sebanyak 2—3 tetes. Lakukan 4—6 kali sehari.
7. Terlambat haid
Cuci bersih 7 helai daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.
8. Wasir
Cuci bersih 25 g daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air. Tambahkan ke dalam air rebusan 1 sendok makan gula merah lalu aduk rata. Setelah air rebusannya tersisa 1 gelas, dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.
Selengkapnya...
INGGU
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Ruta augustifolia (L.) Pers.
2. Nama daerah : godong minggu (Jawa Tengah), aruda (Melayu), inggu (Sunda), anruda busu (Makasar).
3. Nama asing : rue (Inggris).
B. KANDUNGAN KIMJA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Inggu memiliki rasa pahit, berbau aromatik, tetapi sedikit beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada inggu di antaranya minyak terbang, fenol, ester, rutin, glukosida, zat samak, skimianin, kokusaginin, dan beragapten.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh inggu di antaranya antikejang, obat penenang.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan inggu dapat dilakukan dengan setek batang. Inggu dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun inggu beserta tangkai atau tanpa tangkai dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Demam, masuk angin, dan pegal-pegal
Cuci bersih ½ genggam herba inggu segar lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 3 kali sehari bersama 1 sendok makan madu, masing-masing ¾ gelas ramuan.
2. Eksim dan gudik
Cuci bersih 20 helai daun inggu, 1 jari kunyit, dan 1 sendok teh beras. Tumbuk semua bahan sampai halus, tambahkan sedikit air sehingga membentuk adonan. Gosokkan adonan secara merata pada kulit yang terkena eksim atau gudik
3. Kejang-kejang
Cuci bersih 15—20 g daun inggu segar, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
4. Sakit gigi
Cuci bersih 3 helai daun inggu segar lalu tumbuk sampai halus. Masukkan hasil tumbukan ke gigi yang berlubang lalu tutup dengan kapas.
5. Sakit lever
Cuci bersih 7 helai daun inggu segar lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring, lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum air rebusan 2 kali sehari bersama 1 sendok teh gula bath, masing-masing ¾ gelas.
Kontra indikasi wanita hamil dilarang minum ramuan daun inggu.
Selengkapnya...
Jumat, 21 Mei 2010
GENTENG PEUJIT
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Quassia amara L.
2. Nama daerah : genteng peujit (Jawa), ki congcorang (Sunda).
3. Nama asing : –
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam genteng peujit di antaranya polifenol dan saponin.
Efek farmakologis genteng peujit di antaranya anti-demam, anti-malaria, penguat lambung, penghilang kutu di kepala.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan genteng peujit dapat dilakukan dengan biji atau cangkok. Genteng peujit dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Batang atau kayu, akar, dan daun genteng peujit dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Demam
Cuci bersih 6—8 g kayu genteng peujit segar, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas air selama 25 menit atau sampai mendidih. Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 2 bagian. Minum 2 kali sehari saat pagi dan sore masing-masing 1 bagian.
2. Kutu kepala
Tumbuk daun dan kulit kayu genteng peujit, masing-masing secukupnya, campur dengan sedikit air, lalu remas-remas. Gunakan air tumbukan daun dan kayu untuk keramas. Lakukan secara berulang-ulang.
3. Lambung lemah
Cuci bersih 6 g kayu genteng peujit segar, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas air selama 25 menit. Setelah mendidih, dinginkan, saring, lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum 2 kali sehari saat pagi dan sore masing-masing 1 bagian.
4. Malaria
Cuci bersih 8 g kayu segar genteng peujit, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari saat pagi dan sore masing-masing 1 gelas.
Selengkapnya...
GINJE
A. NAMA1. Nama ilmiah : Thevetia peruviana (Pers.) K. Schum.
2. Nama daerah : ginje (Jawa), ki hujan (Sunda).
3. Nama asing : huang hua jia zhu tao (Cina)
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Ginje memiliki rasa pedas, pahit, bersifat hangat, dan mengandung racun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ginje di antaranya thevetin A, thevetin B, peruvoside, nemfolin, eerberin, perusitin, thevelene, dan neriperside.
Efek farmakologis ginje di antaranya penguat jantung (cordiotonic), peluruh kemih, obat cacing (ant helmintic), dan penghilang bengkak.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUTIAN
Perbanyakan ginje dapat dilakukan dengan biji atau anakan. Ginje dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun, kulit batang, tangkai, akar, dan biji dan buah ginje masak yang telah dijemur dapat dimanfaatkan untuk menangani serta mengobati beberapa penyakit dan permasalahan sebagai berikut.
1. Membunuh serangga
Tumbuk seluruh bagian tumbuhan ginje secukupnya, tambah 2 l air, lalu aduk sampai rata. Gunakan untuk menyemprot serangga.
2. Radang di pinggir kuku (paronichya)
Cuci 10—15 helai daun ginje segar lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air, 1 sendok makan madu, lalu aduk sampai rata. Simpan tumbukan yang telah bercampur air dan madu ke dalam wadah yang kering untuk digunakan beberapa kali. Ambil ramuan secukupnya dan dalam wadah lalu oleskan menyeluruh pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin 2—3 kali sehari.
Catatan : tumbuhan ginje sebaiknya tidak digunakan sebagal obat minum ataupun dimakan dalam keadaan segar karena beracun.
Selengkapnya...
GENDOLA
A. NAMA1. Nama ilmiah: Basella rubra Linn.
2. Nama daerah : ganjerot (Jawa Tengah), gondola (Sunda), kandula (Madura), gendola (Melayu), gendola (Bali), tatabuwe (Sulawesi Utara), pailoo (Gorontalo), lembayung (Minangkabau).
3. Nama asing : malabar night shade (Inggris), lo kuei (Cina).
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Bahan kimia yang terkandung dalam gendola di antaranya organic acid, glucan, saponin, vitamin A,B, dan C.
Efek farmakologis gendola di antaranya penurun panas, pembersih darah dan organisme penyebab penyakit, dan penetral racun.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gendola dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Gendola clirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.
D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan gendola dapat climanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagal berikut.
1. Campak (measles) dan cacar air
Cuci bersih 30 g bunga gendola lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
2. Dada terasa panas dan sesak
Cuci bersih 70 g seluruh bagian tumbuhan gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan ke dalam air rebusan 1 seloki arak lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
3. Diare
Cuci bersih 30 g akar gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus 1 kali sehari seperti minum teh.
4. Influenza
Cuci bersih 20 g daun gendola segar sampai bersih, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, bubuhi sedikit garam, aduk, llalu minum sekaligus 1 kali sehari dengan sedikit garam.
5. Obat tetes mata
Cuci 10 butir biji gendola, tumbuk halus sampai keluar airnya, saring, lalu teteskan pada mata yang sakit. Lakukan sebanyak 2 kali sehari, masing-masing 2 tetes.
6. Pegal linu dan rematik
Cuci 30 g akar gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari seperti minum teh.
7. Radang kandung kemih dan anyang-anyangen
Cuci bersih 60 g tumbuhan gendola segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan sekaligus i kali sehari seperti minum teh.
8. Radang usus buntu
Cuci bersih 70 g seluruh bagian tumbuhan gendola, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
9. Sembelit
Rebus 3—5 helai daun gendola dengan air secukupnya sampai mendidih. Angkat daunnya, tiriskan, lalu makan sebagai lalap 1 kali sehari.
Selengkapnya...
Minggu, 16 Mei 2010
GEMPUR BATU
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Borreria hispida Schum.
2. Nama daerah : Bulu lutung (Sunda) , gempur batu (Jawa).
3. Nama asing : -
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Beberapa bahan kimia dalam gempur batu di antaranya flavonoid, saponin, dan polifenol.
Efek farmakologis gempur batu dii antaranya peluruh kencing dan mencegah pembentukan batu ginjal. Namun, tumbuhan gempur bath sebaiknya jangan diberikan pada penderita penyakit yang menyerang perut. Hal tersebut dikarenakan dalam pemakaian yang lama, gempur batu, dapat melemahkan usus.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gempur bath dapat dilakukan dengan anakan. Gempur bath dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanah, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan gempur bath menghendaki tempat yang cukup matahari dan dalam pencegahan penyakit sebaiknya tidak menggunakan pestisida.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian daun dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit sebagai berikut.
1. Menghancurkan batu ginjal, kandung kemih, dan empedu
Cuci bersih 4 raining gempur batu dan 7 batang tanaman meniran beserta akarnya. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan secara rutin selama 1 bulan.
2. Obat luar untuk diare
Cuci bersih batang dan daun gempur batu segar, masing-masing secukupnya, lalu giling halus bersama buah adas secukupnya. Tapalkan hasil gilingan yang telah halus pada bagian perut.
3. Susah kencing
Cuci bersih 15 g daun segar lalu rebus dengan 2 gelas air selama 15 menit sampai mendidih. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.
Selengkapnya...
GATEP PAHIT
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Quassia indica (Gaertn.) Noteboom.
2. Nama daerah : gatep pait, rapus, kelepis (Bangka); lani (Ambon); one-one (Ternate).
3. Nama asing : –
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Gatep pahit memiliki rasa pahit dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam gatep pahit di antaranya samaderine (C29H34010) yang beracun, zat samak, glukoside, dan damar.
Efek farmakologis gatep pahit dii antaranya tonik dan penurun panas.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan gatep pahit dapat dilakukan dengan setek dan biji. Gatep pahit dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang cukup matahari.
D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian biji, kulit, daun, dan inti gatep pahit dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.
1. Kekurangan getah empedu
Cuci bersih 60 g biji gatep pahit lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusan 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
2. Ketombe
Tumbuk 50 g daun gatep pahit sampai halus lalu gunakan untuk keramas.
3. Kurang nafsu makan
Cuci bersih 30 g kulit kayu gatep pahit lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.
4. Kolera
Cuci bersih 50 g biji gatep pahit lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
5. Sakit kepala dan penurun panas
Rebus 50 g kulit kayu dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
Selengkapnya...
GARUT
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Maranta arundinacea L.
2. Nama daerah : sagu ban-ban (Batak), sagu rarut (Minangkabau), saku ndrawa (Nias), krarus (Nias), peda sula (Halmahera), huda sula, larut (Sunda), garut (Jawa), arut (Madura).
3. Nama asing : arrowroot, bermuda arrowroot (Inggris); cuk yu (Cina)
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Garut memiliki rasa manis dan bersifat menguatkan (tonik). Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam garut di antaranya flavonoid, dan saponin.
Efek farmakologis garut di antaranya anti-radang dan meningkatkan nafsu makan.
C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan garut dapat dilakukan dengan rimpang. Garut dirawat dengan penyiraman cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan mi menghendaki tempat yang cukup matahari.
D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Umbi garut dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Diare
Cud bersih 50 g bubuk umbi garut dan 10—20 g daun jambu biji (Psidium guajava L.). Rebus semua bahan dengan 1,5 gelas air sampai mendidih dan menjadi bubur. Pisahkan daun jambu lalu makan buburnya sekaligus 1 kali sehari.
2. Digigit serangga dan ular berbisa
Tumbuk 100 g umbi garut kering sampai menjadi bubuk. Campurkan ke dalamnya 60 g lidah buaya (Aloe vera L.) yang sudah dijus, lalu aduk sampai rata. Oleskan campuran bahan pada bagian yang sakit.
3. Disentri
Cuci bersih 25 g umbi garut dan 15 g patikan kebo lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum air rebusannya sekaligus saat hangat. Lakukan dengan cara yang sama 2 kali sehari.
4. Keputihan
Cuci bersih 100 g bubuk umbi garut dan 30 g kulit delima kering (Punica granatum L.). Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai mendidih dan menjadi bubur. Pisahkan kulit delima lalu makan buburnya sekaligus 1 kali sehari.
5. Menambah nafsu makan dan kekurangan asam lambung
Tumbuk 80 g umbi garut kering sampai menjadi bubuk. Rebus hasil tumbukan tadi bersama asam jawa secukupnya dengan 2 gelas air sampai mendidih dan menjadi bubur. Makan bubumya sekaligus 1 kali sehari.
Selengkapnya...


