Selasa, 13 April 2010

BANGKUANG / BENGKUANG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Pachyrrhizus erosus URB.
2. Nama daerah : bangkuwang (Batak dan Sunda), bengkuwang (Jawa), singkuwang (Aceh), jempingan (Bali), uwi pisak (Lombok), dan bun (Bima).
3. Nama asing : yarn bean (Inggris) dan so ke (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Tumbuhan bangkuang memiliki rasa manis, dingin, dan bersifat sejuk serta mendinginkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam bangkuang di antaranya pachyrhizon, rotenon, vitamin B1, dan vitamin C. Daun dan bijinya mengandung saponin dan flavonoid, sedangkan umbinya mengandung protein, fosfor, besi, vitamin A, Bi, dan C.
Efek farmakologis bangkuang di antaranya sebagai obat beri-beri, nyeri perut, penghalus kulit, obat demam, dan obat sakit kulit. Akan tetapi, bagian biji dan daunnya mengandung racun. Oleh karena itu, untuk menghindari keracunan jumlah penggunaan dan dua bagian tumbuhan tersebut perlu diperhatikan.



C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbnhan bangkuang dilakukan deilgan biji. Bangkuang dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembaban tanahnya, dan dipnpuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan mi menghendaki cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Meskipun umbi bertunasnya mengandung racun, bagian daun dan biji dan tumbuhan bangkuang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit. Selain iitu, bagian umbi bangkuang juga dapat dimanfaatkan untuk hal yang sama. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan tumbuhan bangkuang di antaranya sebagai berikut.

1. Beri-beri
Cuci 300 g umbi bangkuang sampai bersih, dikupas, lain makan. Lakukan secara rutin 2 kali sehari.

2. Demam
Kupas umbi bangkuang secukupnya, buat menjadi manisan, lalu dimakan. Ulangi hal yang sama sampai demaninya sembuh.

3. Diabetes meflitus
Cuci 1—2 buah umbi bangkuang sampai bersih, parut, peras, lalu saring. Minum air yang tersaring sekaligus secara teratur setiap pagi dan malam.

4. Penyakit kulit dan eksim

Cud bersih umbi bangkuang secukupnya sampai bersih, parut, lalu tapalkan pada kulit yang terkena penyakit.

5. Sariawan

Cuci bersih umbi bangkuang secukupnya, kupas kulitnya, lalu masukkan ke dalam blender. Tambahkan setengah gelas air matang dan madu secukupnya lalu buat minuman jus. Minum jus umbi bangkuang sedikitnya 1 gelas sehari.

6. Wasir

Cuci bersih 1 butir umbi bangkuang sampai bersih, kupas kulitnya, masukkan ke dalam blender, tambahkan air sedukupnya, lalu buat minuman jus, atau diekstrak untuk diambil sari buahnya. Minum jus bangkuang setiap bangun tidur pagi. Lakukan secara teratur setiap bangun tidur pagi.

Catatan : penggunaan umbi yang bertunas harus hati-hati karena beracun


Selengkapnya...

Sabtu, 10 April 2010

BUNGA KENOP


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Gomphrena globosa L.
2. Nama daerah : bunga knop (Melayu); bunga kancing, kembang gundul (Jawa).
3. Nama asing : knob flower (Inggris), qian ri hong (Cina).


B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Farmakologi cina menyebutkan bahwa bunga kenop memiliki rasa manis dan netral. Bunga kenop juga memiliki kandungan kimia yang khas, yaitu gomphresin I, II, III, V, dan VI. Efek farmakologis bunga kenop di antaranya antibatuk, antiasma, dan antiradang mata.


C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan bunga kenop dilakukan dengan biji. Perawatan bunga kenop dilakukan dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bunga atau seluruh bagian tumbuhan, baik dalam kondisi segar atau dikeringkan, dapat digunakan untuk mengobati heberapa penyakit berikut.

1. Asma (asthmabronchial)
Cuci bersih 10 kuntum bunga kenop segar dan 10 g jahe lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas lalu saring. Minum air rebusan sekaligus 1 gelas sehari.

2. Buang air kecil tidak lancar
Cuci bersih 10 g bunga kenop dan 30 g rambut jagung (Zea mays) lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum secara rutin 1 gelas sehari.

3. Bronkhitis kronis

Cuci bersih 10 kuntum bunga kenop, 15 g kaktus (Opuntia duleni [Ker Gawl.] Haw.) yang telah dikupas kulitnya, dan 10 g jahe. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air bersama gula batu secukupnya. Setelah tersisa 1 gelas, saring air rebusannya lalu minum sekaligus saat hangat. Lakukan secara rutin 1 gelas sehari.

4. Disentri
Cuci bersih 10 kuntum bunga kenop dan 30 g patikan kebo (Euporbia hirta L.) lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, saring, lalu dingiñkan. Minum sekaligus saat hangat 1 gelas sehari.

5. Panas dalam pada anak
Cuci bersih 10 kuntum bunga kenop, 15 g temulawak, dan 75 g buah jali yang telah direndam. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Saring air rebusannya, bagi menjadi 3 bagian. Minum bersama 1 sendok makan madu 3 kali sehari, masing-masing 1 bagian, sedangkan jalinya dapat dimakan.


Selengkapnya...

Kamis, 08 April 2010

BOROCO / JENGGER AYAM


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Celosia argentea L.
2. Nama daerah : bayam bludu (Sumatera Barat),jawer hayam (Sunda), jengger ayam (Jawa Tengah), dan janggar siap (Bali).
3. Nama asing : quail grass (Inggris) dan qing xiang zi (Cina).


B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Boroco memiliki rasa pahit dan besifat sejuk. Kandungan bahan kimia boroco belum banyak diketahui, sedangkan efek farmakologisnya adalah sebagai antihipertensi dan antiradang mata.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan boroco dilakukan dengan biji. Boroco dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian biji, bunga, atau seluruh bagian tumbuhan boroco, baik segar maupun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Disentri
Cuci bersih 30—60 g semua bagian tumbuhan boroco lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Minum air rebusan 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.

2. Hipertensi
Cuci 30 g biji boroco sampai bersih lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Bagi air rebusannya menjadi 2 bagian sama banyak lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1 bagian.

3. Infeksi saluran kencing
Cuci bersih 30-60 g semua bagian tumbuhan boroco. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Minum secara rutin 3 kail sehari, masiugmasing ½ gelas. Lakukan secara rutin setiap pagi, siang, dan sore hari.

4. Infeksi mata luar dan dalam
Cuci bersih 30—60 g biji boroco lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Minum air rebusannya 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

5. Keputihan
Rebus 60 g bunga boroco dan 60 g daging sapi dengan 3 gelas air sampai matang dan airnya tersisa 1 ½ gelas. Makan dagingnya sekaligus dan minum air rebusannya 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.

6. Muntah darah
Cuci bersih 30—60 g bunga boroco segar dan 60 g daging segar. Buat sup boroco dari bahan tersebut lalu makan sekaligus 1 kali sehari.

7. Radang kornea (keratitis)

Cuci bersih 15 g biji boroco dan 4 buah hati ayam. Rebus bahan-bahan tersebut dengan 3 gelas air sampal tersisa 1 ½ gelas. Makan hati ayamnya dan saring air rebusannya. Minum air saringannya 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan secara rutin setiap pagi, siang, dan sore.


Kontra indikasi : pendenta tekanan bola mata tinggi (glukoma) dilarang minum ramuan ini.


Selengkapnya...

Selasa, 06 April 2010

BANDOTAN



A. NAMA
1. Nama ilmiah : Ageratum conyzoides L.
2. Nama daerah : bandotan (Melayu), babandotan leutik (Sunda), bandotan (Jawa), dus-bedusan (Madura).
3. Nama asing : celestin, eupatoire blue, bastard agrimon, atau billy goat weed (Inggris); sheng hong ji (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Bandotan memiliki rasa sedikit pahit, pedas, dan bersifat menetralkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam bandotan di antaranya asam amino, β-sitosterol, ageratochromene,friedelin, minyak terbang coumarin, potasium klorida, stigmasterol, organacid.
Efek farmakologis bandotan diantaranya penurun panas, menghilangkan racun (antitoksin), menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, peluruh haid (hemenagog), stimulan, tonik, peluruh kencing, dan peluruh kentut.




C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan bandotan dilakukan dengan biji. Bandotan biasa tumbuh liar. Jika sengaja ditanam, bandotan dirawat dengan penyiraman yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini memerlukan cukup sinar matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun dan batang muda bandotan dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit berikut.
1. Bengkak, bisul, dan borok
Cuci bersih seluruh bagian tumbuhan bandotan segar secukupnya, tumbuk bersama nasi basi dan garam secukupnya. Tempelkan hasil tumbukan di tempat yang terkena bengkak, bisul, dan borok.
2. Eksim dan luka berdarah
Cuci bersih 1 pohon bandotan segar tanpa akar, lumatkan, lalu balurkan ke tempat yang sakit. Setelah merata, balut dengan kain atau perban. Lakukan 2 kali sehari dalam dosis yang sama dengan mengganti obat dan bálutan. Pada saat penggantian, luka dicuci dengan air panas atau alkohol.
3. Radang telinga
Cuci bersih batang dan daun bandotan segar secukupnya, tumbuk, lalu peras. Teteskan air perasan pada telinga yang sakit sebanyak 1—2 tetes. Lakukan secara rutin 4 kali sehari.
4. Sakit tenggorokan dan radang selaput lendir pada batang tenggorokan (diphteri)
Cuci bersih 30—60 g daun segar, tumbuk halus, peras. Tambahkan gula batu yang sudah dilarutkan secukupnya ke dalam air perasan. Minum air perasan yang diperoleh sekaligus habis. Lakukan secara rutin 3 kali sehari dengan cara yang sama.

Catatan: wanita hamil dilarang minum ramuan bandotan Selengkapnya...

Kamis, 01 April 2010

BAMBU TALI (Asparagus)


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Asparagus cochinchinenesis (Lour.) Merr.
2. Nama daerah : asparagus (Sunda).
3. Nama asing : christus dorn (Inggris) dan tian men dong (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Bambu tali memiliki rasa manis, pahit, dan bersifat mendinginkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam bambu tali di antaranya saponin, misalnya aglycone dan proto-sarsapogenin. Selain itu, bambu tali mengandung asparagine, glukosa, fruktosa, 5-methoxymethylfurrfural, dan ß-sitosterol. Bahan kimia akan masuk ke meridian paru-paru dan ginjal sehingga dapat membersihkan paru-paru, menyuburkan yin, serta merangsang produksi cairan tubuh.
Efek farmakologis yang dimiiki oleh bambu tali di antaranya antitoksin, antineoplastik, dan penurun panas. Selain itu, bambu tali dapat menambah daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan imunitas. Akan tetapi, penderita batuk karena flu dilarang menggunakan ramuan dari bambu tali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu tali dapat menghambat sarcoma-180 pada tikus dan berbagai jenis leukimia pada manusia.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan bambu tali dilakukan dengan umbi dan biji. Bambu tali dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dipupuk dengan pupuk organik, dan tidak disemprot dengan pestisida dalam pencegahan dan pengobatan penyakit. Bambu tali memerlukan cukup sinar matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian tumbuhan yang digunakan adalah umbi yang dikeringkan. Bagian tersebut dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batuk darah, TBC, dan sakit kerongkongan
Cuci bersih 6—12 g umbi kering lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusannya saat hangat. Jika diperlukan, minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

2. Kanker payudara, carcinoma, flbroadenoma, dan hyperplasia kelenjar payudara
Cuci bersih 20—40 g umbi kering lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusannya sekaligus 1 gelas sehari.
Ramuan ini, dengan cara pengobatan yang sama, dapat digunakan untuk mengobati kanker limpa dan kanker darah (leukimia).

3. Kencing manis
Cuci bersih 6—12 g umbi kering lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan saat hangat 2 kali sehari sampai sembuh, masing-masing 1 gelas. Selengkapnya...

BELIMBING MANIS


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Averrhoa carambola L.
2. Nama daerah : blimbing legi (Jawa), bilimbing amis (Sunda), balireng (Bugis), dan bainang sulapa (Makasar).
3. Nama asing : sweet starfruit (Inggris) dan yang tao (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Buáh belimbing manis memiliki rasa asam, manis, bersifat netral, sedangkan bagian bunga memiliki rasa manis, netral. Batang, daun, dan akar memiliki rasa asam, kelat, dan netral.
Beberapa bahan kimia yang terkandnng dalam belimbing manis di antaranya protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, dan vitamin A, B, serta vitamin C.
Efek farmakologis tumbuhan belimbing manis di antaranya antiradang, peluruh liur, peluruh kemih, antimalaria, menghilangkan panas, pelembut kulit (astringen), analgesik (menghilangkan sakit), dan antirematik.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan belimbing manis dilakukan dengan biji, cangkok, dan okulasi. Belimbing manis dirawat dengan penyiraman yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Buah, bunga, daun, dan akar belimbing manis dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.

1. Diabetes melitus dan penurun kolesterol
Cuci 2 butir buah berlimbing manis matang lalu makan setiap selesai sarapan dan makan malam.

2. Darah tinggi
Makan 1 butir buah belimbing manis yang sudah matang atau yang masih hijau setiap selesai sarapan dan makan malam.
3. Influenza dan sakit tenggorokan
Cud bersih 90—120 g buah belimbing manis, giling menggunakan blender, saring, lalu minum airnya. Lakukan secara rutin 1 kali sehari.

4. Kencing batu
Rebus 3—5 butir buah belimbing manis dengan 1 gelas air lalu tainbahkan madu secukupnya. Biarkan sampai mendidih lalu climinum saat hangat sehari sekali.

5. Lever
Cuci bersih 12—15 g akar belimbing manis kering lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas, lalu dinginkan. Minum air rebusan sehari sekali dan llakukan secara teratur.

6. Malaria
Cuci bersih 15—24 g bunga kering lalu seduh dengan 1 gelas air panas lalu minum sekaligus saat hangat. Lakukan 2 kali sehari secara rutin dan dengan jumlah yang sama.

7. Mencegah aneka kanker
Cuci bersih 12 helai daun belimbing, ½ lembar daun pepaya muda, 6 helai daun ceremai muda, 3 helai daun bayam merah, dan 2 buah wortel seukuran jari tangan. Giling sampai halus campuran bahan tersebut, tambahkan ½ gelas air matang, lalu saring airnya. Tambahkan 3 sendok makan madu lalu minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

8. Sakit kepala kronis
Potong kecil-kecil 30—45 g akar segar belimbing manis, cuci sampai bersih, lalu masukkan ke dalam wadah. Campurkan ke dalamnya 120 g tahu dan air matang sampai ramuan tersebut terendam, lalu ditim. Makan ramuan tersebut 1 kali sehari. Selengkapnya...

Rabu, 31 Maret 2010

BUNI / WUNI


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Antidesma bunins (L) Spreng.
2. Nama daerah : wuni (Jawa dan Sunda), buni (Melayu), burneh (Madura), bane tedong (Sulawesi).
3. Nama asing : chinese laurel (Inggris), u ye cah (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Buni memiliki rasa asam dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam buni di antaranya saponin, tanin, flavonoid, dan friedein. Kulit batangnya mengandung alkaloida yang beracun sehingga jumlah penggunaannya harus diperhatikan.
Efek farmakologis buni di antaranya menghilangkan haus, menghilangkan racun, meluruhkan keringat, dan meningkatkan sirkulasi darah.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan buni dapat dilakukan dengan cangkok, biji, atau okulasi. Buni dirawat dengan disiram air yang eukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan buni ditanam di tempat yang cukup matahari atau sedikit terlindung.

D. BAGIAN TIJMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Buah, daun, dan ranting buni dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.

1. Jantung berdebar
Cuci bersih 25 butir buah masak, 6 helai daun muda kaca piring (Gardenia jasminoides Ellis.), 10 helai daun sembung (Blumea balsam jfera L), kulit kayu manis sebesar 1 jari, dan jahe sebesar ½ jari. Rebus semua bahan tersebut dengan 4 gelas air. Tambahkan gula enau sebesar 2 jari yang telah dicuci dan dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Setelah air rebusannya tersisa 2 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

2. Penutup luka
Tumbuk 10 lembar daun buni sampai halus, tempelkan ke tempat luka, lalu balut dengan kain atau perban. Ganti tumbukannya 2 kali sehari lalu balut kembali.

3. Menambah darah dan membersihkan darah kotor
Cuci bersih 50 butir buah buni masak, 2 jan asam kawak, dan 3/4 jari rimpang kunyit. Tumbuk semua bahan sampai halus, tambahkan ½ gelas air matang, 1 sendok makan madu, lalu aduk rata. Peras ramuan, lalu saring. Minum sekaligus air saringan yang diperoleh 2—3 kali sehari.

4. Sifilis
Cuci bersih 50 butir buah masak, 50 helai daun sambiloto, 7 helai daun keji beling, 10 helai daun paria hutan, 10 helai daun pegagan, dan 1 jari batang brotowali. Potong-potong semua bahan, lalu rebus dengan 4 gelas air. Tambahkan 3 jari gula enau ke dalam rebusan. Setelah air rebusan tersisa 2 gelas, dinginkan, lalu bagi menjadi 3 bagian yang sama banyak. Minum ramuan 3 kali sehari masing-masing 1 bagian.

5. Tekanan darah tinggi
Cuci bersih 30 butir buah buni masak lalu kunyah sampai halus. Telan daging buahya dan buang bijinya. Setelah selesai mengunyah dan menelan, segera minum 1 gelas air hangat. Lakukan hal yang sama 2—3 kali sehari. Selengkapnya...

Selasa, 30 Maret 2010

BELIMBING WULUH


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Averrhoa bilimbi L.
2. Nama daerah : blingbing buloh (Bali), blimbing wuluh (Jawa Tengah), bhallmbhing bulu (Madura), belimbing asem (Melayu), limbi (Bima), limeng (Aceh), bainang (Makasar), dan uteke (Irian).
3. Nama asing : bilimbi, cucumber tree, dan small sour starfruit (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Belimbing wuluh memiliki rasa asam dan bersifat sejuk. Pada bagian batang mengandung saponin, tanin, asam format, glukosida, kalsium oksalat, sulfur, dan peroksida. Pada bagian daun mengandung tarlin, sulfur, asam format, peroksidase, kalsium oksalat, dan kalium sitrat.
Efek farmakologis belimbing wuluh di antaranya menghilangkan sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, antiradang, peluruh kencing, dan pelembut wajah.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan tumbuhan belimbing wuluh dilakukan dengan biji. Belimbing wuluh dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dipupuk dengan pupuk organik, dan ditanam di tempat yang terbuka.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian tumbuhan yang digunakan untuk mengobati penyakit adalah daun, bunga, dan buah. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan belimbing wuluh di antaranya sebagai berikut.
1. Batuk pada anak
Ainbil 1 genggam bunga belimbing wuluh, 5 butir buah adas, cuci, lalu campurkan menjadi satu. Tambahkan 1 sendok makan gula pasir dan 1 cangkir air matang lalu tim. Setelah dingin, saring dengan sepotong kain untuk diminum 2 kali sehari pada pagi dan malam ketika perut kosong.

2. Darah tinggi
Cuci bersih 3 butir buah belimbing wuluh lalu potong menjadi beberapa bagian. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring hasil rebusan, lalu minum sekaligus setelah sarapan. Untuk pencegahan, minum 3 hari sekali dengan jumlah yang sama.

3. Jerawat
Cuci bersih 6—8 butir buah belimbing wuluh lalu tuinbuk sampai halus. Campurkan ½ sendok teh garam, dan ¼ gelas air ke dalam hasil tumbukan belimbing wuluh lalu aduk sampai rata. Oleskan pada wajah yang berjerawat 3 kali sehari.

4. Pegal linu
Ambil daun belimbing wuluh muda sebanyak 1 genggam atau sekitar 25 helai, 10 butir biji cengkih, dan 15 biji lada. Campurkan semua bahan tersebut menjadi satu lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan cuka secukupnya sehingga menjadi bubur lalu oleskan ke tempat yang sakit.

5. Rematik
Cud bersih 1 ons daun muda, 10 butir biji cengkih, 15 butir merica, lalu giling sampai halus. Tamibahkan cuka secukupnya sehingga membentuk adonan lalu balurkan ke tempat yang sakit.

6. Sakit gigi berlubang
Cuci 5 buah belimbing wuluh sampai bersih lalu makan dengan sedikit garam. Kunyah buahnya pada bagian gigi yang berlubang. Selengkapnya...

BAKUNG


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Crinum asiaticum L.
2. Nama daerah : bakung (Melayu), bakong (Batak), bukung (Minangkabau), semur (Bangka), bakung bug (Makasar), dausa (Ambon), pete (Halmahera), fete-fete (Ternate), bakung (Sunda), bakung (Jawa), dan bakong (Madura).
3. Nama asing : crinum lily, spider lily, seashore crinum lily (Inggris); wen chu lan (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat tumbuhan belum banyak diketahui, tetapi bahan kimia yang terdapat pada bakung sudah diketahui. Bunga bakung mengandung flavonoid, saponin, dan tanin, sedangkan pada umbi, akar, serta biji mengandung alkaloid likorin, krinin, dan asetilkorin.
Efek farmakaologis yang dimiliki oleh bakung di antaranya sebagai peluruh kencing, antiinflamasi, mencegah pendarahan, dan mengobati luka.

C. PERBANYAKALN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan tumbuhan bakung dilakukan dengan rimpang, anakan, dan biji. Bakung dirawat dengan penyiraman cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Tumbuhan ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian umbi, daun, akar, atau seluruh herba, baik segar maupun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Bengkak di tangan dan di kaki
Olesi daun bakung dengan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan daun bakung yang telah layu ke bagian yang sakit.
2. Borokan
Iris umbi bakung kecil-kecil lalu panaskan di atas api kecil selama 1—2 menit atau sampai hangat. Letakkan irisan umbi pada borok atau telapak kaki yang luka.
3. Luka terkena panah beracun
Cuci bersih 5—10 g akar bakung lalu kunyah untuk memperoleh airnya. Telan airnya, sedangkan ampasnya ditempel pada bagian yang terkena panah.
4. Peluruh keringat
Cuci 10 g akar bakung segar, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas air selama 20 menit. Setelah dingin, saring, lalu dibagi menjadi 2 bagian untuk diminum 2 kali sehari pada pagi dan sore.
5. Peluruh muntah
Cuci 5—10 g akar segar sampai bersih lalu dikunyah untuk memperoleh ainya. Telan airnya, sedangkan ampas hasil kunyahan dibuang.
6. Pembengkakan kelenjar limpa pada selangkangan dan ketiak
Cuci bersih beberapa helai daun bakung, tumbuk bersama 2 siung bawang merah, dan gula merah secukupnya sampai halus. Tempelkan hasil tumbukan di tempat yang sakit.
7. Peluruh kencing
Cuci daun bakung secukupnya, tumbuk sampai halus, lalu oleskan di perut bagian bawah di atas kandung kemih. Lakukan secara rutin dengan membuat ramuan yang sama sampai kencing lancar kembali.
8. Patek (frambusia)
Cuci buah dan biji bakung secukupnya sampai bersih lalu tumbuk halus. Campurkan tepung beras secukupnya lalu borehkan ke bagian yang sakit
9. Rematik sendi
Layukan daun bakung di atas api. Olesi daun dengan minyak wijen lalu ditempelkan di bagian yang sakit

Catatan :
• Pemakaian umbi bakung harus hati-hati karena beracun.
• Keracunan ditandai dengan sakit perut, diikuti diare yang hebat, denyut nadi cepat, pernapasan tidak teratur, dan panas tinggi.
• Sebagal pertolongan pertama, pompa lambung supaya penderita muntah. Lanjutkan dengan memberi minuman teh kental atau 40 ml cuka beras putih yang dicampur dengan 30 ml jus jahe segar yang diencerkan dengan air secukupnya untuk digunakan kumur-kumur.
Selengkapnya...

Senin, 29 Maret 2010

BUNGA MATAHARI


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Helianthus onnuus L.
2. Nama daerah : bunga panca matoari (Minangkabau), kembang srengenge (Jawa), kembang sarengenge (Sunda), bunga ledom (Pulau Roti).
3. Nama asing : sunflower (Inggris), xiang ri kui (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Bunga matahari bersifat rasa lembut dan netral. Bagian bunga mengandung bahan kimia seperti quercimeritrin, asam oleanolat, helianthoside A,B, dan C, serta asam echinocystat. Bagian biji bunga matahari mengandung bahan kimia seperti -sitosterol, prostaglandin E, asam kiorogenik, asam quinat, phytin, dan 3,4-benzopyrene.
Dalam 100 g minyak biji bunga matahari terdapat lemak jenuh 9,8%, lemak tak jenuh, seperti oleat 11,7% dan linoleat 72,9% , serta tidak mengandung kolesterol.
Efek farmakologis bunga matahari diantaranya menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri, antidisentri, merangsang pengeluaran cairan tubuh, seperti hormon dan enzim, merangsang pengeluaran campak, antiradang, antimalaria, peluruh air seni, pereda batuk, merangsang energi vital, menenangkan liver, serta menghilangkan rasa nyeri waktu buang air kemih.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan tumbuhan bunga matahari dilakukan dengan biji atau setek batang. Bunga matahari dilakukan dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini memerlukan sinar matahari langsung.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan bunga matahari yang dikeringkan dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Disentri
Cuci bersih 30 g biji bunga matahari lalu rebus deugan 1 gelas air panas. Tambahkan 30 g tumbuhan patikan kebo dan gula batu secukupnya, lalu tim selama 1 jam. Minum air rebusan biji saat hangat sekaligus 1 gelas sehari.
2. Kencing batu
Cuci bersih 25 g bunga matahari, 25 g labu bligo (Bemacasa hispida Cogn.), 25 g daun keji beling, dan 25 g rambut jagung. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum aimya sekaligus saat masih hangat 1 gelas sehari.
3. Radang payudara (mastitis)
Potong kepala bunga matahari kering tanpa biji secukupnya, sangrai sampai hangus, lalu digiling sampai menjadi bubuk. Untuk menjaga keawetan, simpan dalam toples.
Seduh 10—15 g bubuk bunga dengan 1 gelas air panas. Tambahkan gula dan madu, masing-masing 1 sendok makan, lalu minum selagi hangat. Laikukan 3 kali sehari dengan dosis yang sama. Setelah pertama kali minum, diusahakan supaya berkeringat, misalnya tidur mengenakan selimut.
4. Rematik
Rebus kepala bunga matahari atau bagian tengah bunga matahari secukupnya bersama 15 g jahe sampai mendidih dan mengental. Tempelkan ramuan ke bagian yang sakit.
5. Sakit kepala
Cud 50 g bunga, 20 g jahe, dan 1 butir telur ayam utuh. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum air rebusan 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Lakukan setelah makan dan secara teratur.
6. Susah buang air besar dan kecil
Rebus 15 g akar segar bunga matahari dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas lain saring. Miuum sekaligus saat hangat 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas sebelum makan. Ulangi sore hari dengan dosis dan cara yang sama.

Kontra indikasi wanita hamil dilarang minum ramuan bunga matahari
Selengkapnya...