Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat Seri D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanaman Obat Seri D. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

DAUN SENDOK


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Flantago mayor.
2. Nama daerah : daun urat (Sumatera); otot-ototan, kuping menjangan sangkabuwah, sembung otot, sangkubah (Jawa); kiurat, ceuli uncal (Sunda); torongoat (Minahasa).
3. Nama asing : plantago, white man’s foot (Inggris); che qian cao (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Tumbuhan daun sendok memiliki rasa manis dan bersifat dingin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun sendok di antaranya plantagin, auchin, ursolic acid, -sitosterol, vitamin A, B1, dan C, kalium, arabinose, galacturonik acid, adenine, choline, catalpol, stearic acid, arachidic acid, linolemic acid, serta lenoleic acid.
Efek farmakologis yang dimiiki daun sendok di antaranya anti-radang, peluruh kencing, peluruh dahak, menghentikan batuk, anti-septik, memperbaiki penglihatan, dan menormalkan fungsi hati.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan daun sendok dilakukan dengan biji. Daun sendok dirawat dengan disiram cukup air, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tanaman termasuk biji daun sendok dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.

1. Air kencing berdarah
Cuci bersih daun sendok secukupnya, tumbuk, lalu peras sampai diperoleh 1 gelas air perasan. Minum sekaligus bersama 1 sendok makan
madu 1 kali sehari.

2. Diare
Cuci bersih 30 g daun sendok segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Gangguan pencernaan pada anak

Sangrai biji secukupnya, tumbuk sampai menjadi bubuk, lalu simpan dalam toples kering. Untuk anak berumur 4—12 bulan, berikan 3—4 kali sehari, masing-masing ½ g. Anak berumur 1-2 tahun, berikan 3—4 kali sehari, masing-masing 1 g.

4. Saluran kencing terganggu
Cuci bersih daun sendok secukupnya, tumbuk, lalu peras sampai diperoleh ½ gelas air perasan. Minum sekaligus bersama 1 sendok makan madu 1 kali sehari.

5. Mimisan
Cuci 15 g daun segar, tumbuk, lalu seduh dengan 1/2 gelas air panas. Dinginkan, saring, lain minum sekaligus 1 kali sehari.

Selengkapnya...

DAUN ENCOK


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Plumbago zeylanica Linn.
2. Nama daerah : Ki encok (Sunda), oporio (Timor), kareka (Madura), dan bama (Bali).
3. NaMa asing : phrod leadwort (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Daun encok pahit, beracun dan bersifat tonik. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada daun di antaranya lleucodelphinidin, quercetin-3- rhamnoside, dan petals azaleatin-3-rhamnoside. Bagian akar mengandung plumbagin, 3-chlorophunbagin dan 2-methylnaphtazarin, chitratone, elliptinone, maritinone, methyllene-3,3-diplumbagin, zeykznone, dan isozeylanone. Zat plumbagin mempunyai sifat keras dan beracun sehingga menyebabkan kulit melepuh seperti luka bakar.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh daun encok di antaranya menghilangkan sakit otot dan meluruhkan air kencing.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan daun encok dapat dilakukan dengan setek batang. Daun encok clirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun dan akar daun encok dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.

1. Gangguan kencing
Cuci bersih 10 g daun encok segar, tumbuk, lalu tambahkan 1 sendok makan kapur sirih. Remas-remas campuran bahan lalu balurkan ke atas perut.

2. Sakit kepala

Ambil 2 helai daun encok, olesi dengan minyak kelapa atau minyak zaitun secukupnya, layukan di atas api kecil. Letakkan di kedua pelipis atau di bawah kedua telinga selama 5—10 menit.

3. Sakit pinggang dan encok
Cuci bersih 15 g daun encok segar, tumbuk, lalu tambahkan 1 sendok makan kapur sirih. Remas-remas campuran bahan lalu balurkan ke bagian tubuh yang sakit.

Selengkapnya...

DARUJU


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Acanthus ilicifolius Linn.
2. Nama daerah : daruju (Jawa), jeruju (Melayu).
3. Nama asing : sea holly (Inggris), lau shu le (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Daruju memiiki rasa pahit dan bersifat dingin. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daruju di antaranya flavone dan asam amino.
Efek farmakologis daruju di antaranya anti-radang, pereda batuk, dan anti-neoplastik (penghambat tumbuhnya sel-sel neoplasma atau tumor). Selain itu, biji daruju merupakan pembersih darah.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan daruju dapat dilakukau deugan setek batang. Daruju dirawat dengau disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian akar kering yang diiris tipis-tipis, daun, dan biji dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Cacingan
Cuci bersih 8 butir biji daruju, tumbuk sampai halus, lalu seduh dengan 1 cangkir air panas. Minum selagi hangat 2 kali sehari masing-masing ½ cangkir. Lakukan secara rutin selama 3 hari.

2. Hepatitis akut dan kronis, pembesaran hati, serta limpa
Cuci bersih 30—60 g akar kering daruju lalu rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tersisa ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 2 bagian yang sama banyak. Minum bersama 1 sendok makan makan madu setiap pagi dan sore, masing-masing 1 bagian.

3. Hepatitis akut
Cuci bersih 60 g akar kering daruju, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 2 bagian. Minum air rebusairnya 2 kali sehari bersama 1 sendok makan madu, masing-masing 1 bagian.

4. Kanker, terutama kanker hati
Cuci bersih 100 g akar daruju yang telah dijemur dan 100 g daging sapi tanpa lemak. Rebus semua bahan dengan 2 gelas air selama 6 jam. Jika mengering sebelum 6 jam, tambahkan air secukupnya sampai diperoleh 1 mangkok air rebusan mendidih. Buat air rebusan menjadi 2 bagian untuk 2 kali minum bersama 1 sendok makan madu.

5. Luka akibat panah beracun

Cuci bersih akar daruju, kunyah lalu bubuhkan pada luka. Jika perlu, balut dengan kain atau perban.

6. Obat batuk
Cuci bersih 4 g biji daruju segar, tumbuk sampai halus, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Selengkapnya...

Jumat, 07 Mei 2010

DUWET


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Eugenia cumini
2. Nama daerah : jamblang (Sunda) dan juwet (Bali), jambu kling (Gayo), juwet, duwet (Jawa), dhuwak (Madura), alicopeng (Bugis).
3. Nama asing jambul (Inggris), hainan Pu tao (Cina)

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Duwet memiliki rasa manis dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam duwet di antaranya zat samák, tanin, minyak terbang, damar, glukosida, dan asam galat.
Efek farmakologis duwet di antaranya astringen, anti-maline, anticholesteremik, dan anti-diabetes.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan duwet dapat dilakukan dengan biji. Duwet dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUTIAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian bunga, biji, dan kulit duwet dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Kencing manis (diabetes)
Cuci bersih i butir biji duwet, giling sampai halus, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Buat menjadi 3 bagian yang sama banyak lalu minum 3 kali sehari, masing-masing 1 bagian.

2. Mengompol
Cuci bersih 7 butir biji duwet lalu giling sampai halus. Rebus dengan 2 cangkir air bersama 1 sendok makan gula merah sampai tersisa 1 cangkir. Minum sekaligus setiap jam 5 sore. Ulangi secara rutin sampai sembuh.

3. Mencret karena udara dingin dan masuk angin
Cuci bersih 1 jari kulit dahan duwet kering lain rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus saat hangat 1 gelas sehari.

Selengkapnya...

Selasa, 04 Mei 2010

DAUN JINTEN


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Coleus amboinicus Lour.
2. Nama daerah : sukan (Melayu), bangun-bangun (Batak), daun kambing (Madura), ajiran (Sunda), godong jinten (Jawa), iwak (Bali), kunu etu (Timor).
3. Nama asing : caraway seed atau cumin (Inggris), pan ling moung (Cina)
4.
B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Tumbuhan daun jinten memiliki rasa getir, beraroma harum, hangat, agak asam, dan membuat rasa tebal di lidah. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada daun jinten di antaranya kalium dan minyak asiri 2% yang mengandung karvakrol serta fenol.
Efek farmakologis daun jinten di antaranya peluruh kentut, penghilang lelah dan letih, anti-asma, penurun panas, anti-septik, pengencer dahak, anti-batuk, serta astringen.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan daun jinten dapat dilakukan dengan setek batang. Daun jinten dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian daun atau seluruh bagian dan tumbuhan daun jinten dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit sebagai berikut.

1. Aphrodisiak (obat kuat)
Cuci bersih 7 lembar daun jinten lalu makan sebagai lalap. Lakukan secara rutin.

2. Ayan (phrodis)
Cuci bersih 30 helai daun jinten, 10 lembar daun ngokilo, 25 lembar daun lenglengan, 40 lembar daun sambiloto, 8 tangkai kecil daun meniran, dan 3 jari gula enau. Potong kecil-kecil semua bahan lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin, bagi air rebusan menjadi 3 bagian yang sama banyak untuk diminum 3 kali sehari.

3. Asma dan batuk
Cuci bersih 10 lembar daun jinten segar dengan air matang, tumbuk sampai halus seperti bubur. Peras, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari, dan gosokkan ampas ke seluruh badan.

4. Batuk rejan
Cuci bersih 3/4 sendok teh biji daun jinten, giling sampai halus, lalu seduh dengan ½ cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai rata, lalu minum sekaligus saat hangat. Lakukan dengan cara dan dosis yang sama 2 kali sehari.

5. Demam
Cuci bersih 10 helai daun jinten segar ukuran sedang dengan air matang, tumbuk sampai halus sehingga seperti bubur. Peras, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari, dan gosokkan ampasnya ke seluruh badan.

6. Memperbanyak ASI
Cuci bersih daun jinten secukupnya lalu dibuat sup. Makan supnya 2 kali sehari.

7. Perut kembung

Cuci bersih 5 lembar daun jinten segar sampai bersih, tumbuk sampai halus, lalu seduh dengan ½ cangkir air panas. Saring seduhannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

8. Rematik
Cuci bersih 20 heiai daun jinten segar lain giling sampai halus. Tambahkan air kapur sirih secukupnya, aduk rata, remas, lalu simpan dalam wadah yang kering. Oles dan gosokkan bubur daun secara merata pada bagian yang sakit. Lakukan 3—4 kali sehari.

9. Sariawan
Cuci bersih helai daun jinten segar ukuran sedang dengan air matang lalu kunyah perlahan. Telan air sari daun yang diperoleh lalu buang ampasnya.

10. Sakit kepala

Cuci bersih 4 lembar daun segar lain tumbuk halus sehingga seperti bubur. Borehkan pada kedua pelipis.

Selengkapnya...

DAUN PRASMAN


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Eupatorium triplinerve Vahl.
2. Nama daerah : daun prasman (Sumatera), prasman (Jawa), jukut prasman (Sunda).
3. Nama asing : –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Daun prasman memiliki rasa khas yang menyengat dan berbau cumarine. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun prasman di antaranya minyak terbang cumarine, dimethylester thymohydrodiinon, ayepin, timohidrokuinon, saponin, flavonoida, dan polifenol. Efek farmakologis daun prasman di antaranya anti-diare, penurun panas, dan astringen.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan daun prasman dapat dilakukan dengan setek batang. Tumbuhan daun prasman dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian daun dan tumbuhan daun prasman dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut

1. Panas dalam dan peluruh kencing
Cuci bersih 20 g daun prasman segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

2. Sakit kepala, borok, dan terkena sengatan kalajengking
Cuci 50 helai daun prasman, tumbuk halus, lalu tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan. Campurkan adonan dengan minyak kelapa atau minyak zaitun secukupnya lalu simpan dalam wadah kering. Untuk sakit kepala, oleskan pada dahi dan pelipis, sedangkan untuk borok, serta terkena sengatan kalajengking, oleskan pada bagian yang sakit.

Selengkapnya...

DELIMA


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Punica granatum L.
2. Nama daerah delima (Melayu), dalimo (Batak), glima (Aceh), glimeu mekah (Gayo), talima (Bima), dlima (Jawa), dhalima (Madura).
3. Nama asing : pomegranate (Inggris), shi liu (Cina)

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Delima memiliki rasa asam, pahit dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam delima di antaranya saponin, polifenol, flavonoid, tanin, boorzuur dan alkaloida, misalnya peletirin, pseudopeletirin, iso-petetirin, serta metilpetetirin.
Efek farmakologis yang dimiiki delima di antaranya obat cacing, obat batuk, dan anti-disentri.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan delima dapat dilakukan dengan rimpang, anakan, atau biji. Delima dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup matahari.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Akar, kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, buah, bunga, dan biji delima dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Cacingan, batuk, mencret, dan disentri
Cuci bersih 10 g akar kering delima, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

2. Kegemukan (obesitas)
Cuci bersih 2 butir daging buah delima yang masih muda lalu tumbuk halus. Seduh dengan ½ cangkir air panas, tambahkan garam secukupnya, lalu aduk rata. Saring dengan kain lalu minum sekaligus 1 kali sehari. Ulangi secara rutin setiap hari sampai diperoleh hasil yang diinginkan. Hindari makanan yang berlemak.

3. Radang selaput lendir gusi (ginggivitis)

Cuci bersih 7 kuntum bunga delima segar, rebus dengan 1 gelas air sampai mendidih. Dinginkan, saring, lalu gunakan untuk kumur-kumur.

Selengkapnya...

DAUN SUJI


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Pleomele angustifolia N.E. Brown
2. Nama daerah : suji, hanjuwang merak, jingkang (Sunda), jejuang bukit, pendusta titan (Ambon), semar (Jawa), Bakong (Madura)
3. Nama asing : –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Tumbuhan daun suji memiliki rasa yang tidak pahit, berbau harum, dan bersifat dingin. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam daun suji di antaranya saponin dan flavonoid.
Efek farmakologis akar daun suji di antaranya nyeri lambung dan penawar racun, sedangkan daun untuk anti-inflamasi serta anti-disentri.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan daun suji dapat dilakukan dengan biji, cangkokan, dan okulasi. Namun, hasil yang terbaik adalah dengan okulasi. Tumbuhan daun suji dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan mi memerlukan banyak air dan menghendaki tempat yang sedikit terlindung dan sinar matahari.


D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian daun, akar, dan batang dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Disentri dan beri-beri
Cuci bersih 20 g daun suji segar, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

2. Kencing nanah
Cuci 20 g daun suji segar dengan 1 gelas air sampai airnya tersisa ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

3. Nyeri lambung

Cuci bersih 20 g akar daun suji segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

4. Nyeri haid

Cuci bersih 20 g daun suji segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

5. Penawar racun
Cuci bersih 20 g akar segar lalu rebus dengan 2 galas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

Selengkapnya...

DAUN DEWA


A. NAMA
1. Nama ilmiah: Gynura segetum (Lour.) Merr.
2. Nama daerah: daun dewa (Jawa Tengah dan Melayu).
3. Nama asing : san qi cao (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Dalam farmakologi Cina, disebutkan bahwa tumbuhan daun dewa memililki rasa manis, bersifat netral dan sedikit beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam daun dewa di antaranya saponin, minyak asiri, dan flavonoid.
Efek farmakologis yang dimiliki tumbuhan ini di antaranya anti-koagulan (mencairkan pembekuan darah), melancarkan sirkulasi darah, menghentikan pendarahan, dan pengencer darah.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan daun dewa dapat dilakukan dengan setek batang (stump). Setek dan batang yang keras dilakukan dengan memotong batang sepanjang 5—10 cm. Tumbuhan daun dewa dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan, yaitu daun, akar, atau tumbuhan secara lengkap, dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit sebagai berikut.

1 Batuk dan muntah darah
Cuci bersih 15 g seluruh bagian tumbuhan daun dewa. lalu rebus dengan 3 gelas sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

2. Digigit binatang berbisa
Lumatkan 10 g umbi daun dewa lalu tempelkan ke bagian yang digigit binatang berbisa.

3. Jerawat bengkak (acne vulgaris)

Lumatkan daun dewa secukupnya, tempelkan pada bagian jerawat, lalu tutup dengan kain atau plester.

4. Kejang pada anak
Cuci bersih 30 g seluruh bagian tumbuhan daun dewa segar, tumbuk, lalu peras airnya. Tambahkan 1 seloki arak hangat, aduk, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

5. Kutil dan luka cantengan
Cuci bersih 5 lembar daun dewa lalu tumbuk sampai halus. Borehkan hasil tumbukan pada bagian kutil atau catengan lalu balut. Ganti obat dan balut kembali 2 kali sehari.

6. Luka memar dan masuk angin
Cuci bersih 10 g umbi daun dewa segar, tumbuk sampai halus, tambahkan 1 seloki arak kuning, lalu panaskan selama 1 menit. Minum sekaligus 1 kali sehari.

7. Mencegah stroke dan serangan jantung

Cuci bersih 10 g umbi daun dewa segar, kupas kulitnya, lalu makan mentah-mentah 1 kali sehari.
Cara lain, tumbuk 10 g umbi daun dewa, tambahkan ½ gelas air matang, saring, lalu peras. Minum air perasan yang diperoleh setiap sore.

8. Pendarahan pada wanita dan pembengkakan payudara
Cuci bersih 15 g seluruh bagian tumbuhan daun dewa, lalu rebus dengan 3 gelas sampai tersisa 1 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

9. Pencegahan lever dan lever ringan
Cuci sampai bersih 3 lembar daun dewa, 15 g umbi daun dewa, 15 g buah mahkota dewa, 7 lembar daun sambioto, dan 7 lembar daun temu putih. Potong kecil-kecil semua bahan lalu rebus dengan 5 gelas air sampai tersisa 2 ½ gelas. Dinginkan, saring, lalu buat menjadi 3 bagian yaig sama banyak. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 bagian setiap 1 jam sebelum makan.

10. Pencegahan dan pengobatan tumor dan kanker
Cuci bersih 3—4 helai daun dewa sampai bersih lalu makan sebagai lalap.

11. Pencegahan dan pengobatan rematik

Cuci bersih 10 g umbi daun dewa segar, kupas kulitnya, lalu makan mentah-mentah 1 kali sehari. Cara lain, tumbuk 10 g umbi tersebut, tambalikan ½ gelas air matang, saring, lalu peras. Minum air perasannya setiap sore.

12. Terlambat haid
Cuci bersih 25 g seluruh bagian tumbuhan daun dewa segar, tumbuk, lalu peras airnya. Tambahkan 1 seloki arak hangat, aduk, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Selengkapnya...

DAUN UNGU


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Graptophyllum pictum (L.) Griff.
2. Nama daerah : pudin (Simalur), godong ungu (Jawa), handeleum (Sunda), karaton (Madura), temen (Bali), kadi-kadi (Ternate), dandongo-dongo (Tidore).
3. Nama asing : carricature plant (Inggris)

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan daun wungu di antaranya alkaloid non-toksik, glikosod, steroid, saponin, tanin, kalsium oksalat, asam formik, dan lemak.
Efek farmakologis daun ungu di antaranya peluruh kencing, mempercepat pemasakan bisul, pencahar ringan (mild laxative), dan pelembut kulit (emolient). Bunga untuk haid tidak lancar, sedangkan daun untuk sembelit dan wasir.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan daun ungu dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Tumbuhan daun ungu dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian daun, kulit batang, dan bunga daun ungu dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit sebagai berikut.

1. Haid tidak lancar
Cuci bersih 1 genggam bunga daun wungu kering, seduh dengan 5 gelas air panas. Minum air seduhan beberapa kali sampai habis dalam sehari.

2. Wasir
Cuci 10 g daun segar, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Sembelit
Cuci bersih 7 helai daun wungu segar, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Dinginkan, saring, lain minum sekaligus 1 gelas sehari.

Selengkapnya...