Sabtu, 26 Februari 2011
KEMBANG MERAK
A. Nama
1. Nama ilmiah : Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.
2. Nama daerah : merakan (Jawa), kembang patra kembala (Sunda), perak kegel (Madura), bunga kacang (Sulawesi Utara), jambul merak (Melayu).
3. Nama asing : siak tiek hua (Cina), peacock flower (Inggris).
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Bunga kembang merak memiliki rasa manis, tawar, dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada bunga kembang merak diantaranya tanin, gallic acid, resin, zat merah, dan beuzoic acid. Pada K daunnya terkandung alkaloid, saponin, tanin, glucoside, dan calcium oksulat. Sementara pada kulit kayu terkandung plumbagin, lumbagol, tanin, zat samak, alkaloid, saponin, dan kalsium oksalat.
Efek farmakologis yang dimiiki oleh bunga kembang merak di antaranya melancarkan sirkulasi darah dan haid, abortivum, dan emenagogum. Selain itu, kulit kayu kembang merak mempunyai efek kelat dan berfungsi sebagai peluruh haid.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kembang merak dapat dilakukan dengan biji. Kembang merak dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Bunga, daun, dan kulit akar kembang merak dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit sebagai beriikut.
1. Diare akut
Tumbuk halus 5 g kering atau 10 g segar kulit batang kembang merak, lalu seduh dengan 100 cc air panas dan minum dua kali sehari.
2. Hepatitis
Rebus 30 g daun kembang merak dan 30 g daun serut (Streblus asper Lour.) dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring, lalu minum saat hangat dua kali sehari masing-masing 1 gelas.
3. Kejang panas pada anak
Cuci bersih 5 kuntum bunga kembang merak, 1/4 genggam daun kembang merak, 3 jari akar kembang merak, dan 3 jari kulit batang kembang merak. Tumbuk halus semua bahan lalu tambahkan air garam secukupnya. Gunakan untuk menggosok leher, punggung, dan kaki anak.
4. Panas
Seduh 5 g kering atau 20 g segar bunga kembang merak dengan 1 gelas air panas. Minum air seduhan saat hangat.
5. Perut kembung
Tumbuk halus daun kembang merak, alang-alang, dan bawang putih secukupnya sampai menjadi bubur. Balurkan campuran bahan pada perut sebagai obat luar.
6. Sariawan
Rebus 30 g daun kembang merak dengan 4 gelas air sampai mendidih, lalu gunakan untuk berkumur.
Catatan:
Wanita hamil dilarang minum ramuan ini.
Selengkapnya...
Minggu, 13 Februari 2011
KEMBANG COKELAT
A. NAMA
1. Nama ilmiah : Zephyranthes candida Herb.
2. Nama daerah : kembang cokelat.
3. Nama asing : zhong lan (Cina).
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Tumbuhan kembang cokelat mempunyai rasa agak manis. Beberapa bahan kimia yang terkandung pads kembang cokelat di antaranya ?ycorine, tazettin, haemanthidne, dan nerinine.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh kembang cokelat di antaranya untuk penurun panas.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kembang cokelat dapat dilakukan dengan umbi, anakan, atau biji. Kembang cokelat dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
B. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Daun, biji, batang, dan akar kembang cokelat dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Ayan (epilepsi) dan gangguan fungsi hail, terutama untuk gejala hepatitis tahap awal
Rebus 10 g herba kembang cokelat dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing ½ gelas.
2. Kejang pada anak
Rebus 15 g daun kembang cokelat segar dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Cara lain, lumatkan 15 g herba kembang cokelat, lalu tambahkan garam. Tempelkan hasil lumatan herba pada pelipis.
Selengkapnya...
Jumat, 28 Januari 2011
KEMBANG BUGANG
A. Nama
1. Nama ilmiah : Clerodendrumi calamitosum L
2. Nama daerah : kayu gambir (Melayu), kembang bugang (Sunda).
3. Nama asing : glaseter plant (Inggris).
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kembang bugang dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Kembang bugang dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
1. Demam
Cuci bersih 10 g daun kembang bugang segar, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit (untuk sekali pemakaian). Setelah dingin, saring air rebusan lalu minum sekaligus satu kali sehari.
2. Digigit ular
3. Kencing batu
4. Kencing nanah
5. Wasir
1. Nama ilmiah : Clerodendrumi calamitosum L
2. Nama daerah : kayu gambir (Melayu), kembang bugang (Sunda).
3. Nama asing : glaseter plant (Inggris).
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Bahan kimia yang terkandung pada kembang bugang di antaranya saponin, flavonoid, polifenol, alkaloid, dan kalium, Efek farmakologis yang dimiliki oleh kembang bugang di antaranya menghentikan pendarahan dan penghancur batu ginjal.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kembang bugang dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Kembang bugang dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Daun dan akar kembang bugang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit-penyakit sebagai berikut.
1. Demam
Cuci bersih 10 g daun kembang bugang segar, lalu rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit (untuk sekali pemakaian). Setelah dingin, saring air rebusan lalu minum sekaligus satu kali sehari.
2. Digigit ular
Cuci bersih akar kembang bugang sebesar ibu jari, lalu bilas dengan air matang. Kunyah akar kembang bugang yang telah bersih. Minum air kunyahan dan letakkan ampasnya pada luka yang terkena gigitan.
3. Kencing batu
Cuci 8 lembar daun kembang bugang, lalu potong-potong seperlunya.Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan tambahkan madu secukupnya. Minum air rebusan tiga kali sehari masing-masing 3/4 gelas.
4. Kencing nanah
Cuci bersih 6 lembar daun kembang bugang, 10 lembar daun pegagan, 20 lembar daun picisan, 25 lembar daun jinten, 12 sirip daun meniran, 9 lembar daun murbei, 8 lembar daun sendok, 50 lembar daun kumis kucing, 8 lembar daun bengang, dan 3 jari gula enau. Potong-potong seperlunya lalu rebus dengan 4 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali sehari masing-masing 3/4 gelas.
5. Wasir
Cuci bersih 9 lembar daun kembang bugang, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring air rebusan lalu minum bersama dengan 1 sendok makan madu tiga kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Selengkapnya...
Minggu, 16 Januari 2011
KEMANGI
A. Nama
1. Nama ilmiah: Ocimum basilicum Hun. fa. cilroturn.
2. Nama daerah : kemangi (Jawa), kemanghi (Madura).
3. Nama asing : -
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan Perbanyakan
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dun Pemanfaatannya
Daun, biji, dan akar dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Bau badan dan bau keringat
Tumbuk halus daun, biji, dan akar kemangi secukupnya, lalu seduh dengan air panas sebanyak 1 gelas. Saring air seduhan, lalu tambahkan gula aren secukupnya. Minum air seduhan pada pagi dan malam hari.
2. Bau mulut, badan lesu
Daun kemangi dimakan langsung sebagai lalap.
3. Ejakulasi prematur, peluruh gas perut, peluruh haid, peluruh asi, panas dalam, dan sariawan
1. Nama ilmiah: Ocimum basilicum Hun. fa. cilroturn.
2. Nama daerah : kemangi (Jawa), kemanghi (Madura).
3. Nama asing : -
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Tumbuhan kemangi memililki rasa agak manis, bersifat dingin, berbau harum, dan menyegarkan. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada seluruh bagian tanaman kemangi di antaranya 1,8 sineol, anethol, apigenin, dan boron. Sementara pada daunnya terkandung arginine dan asam aspartat.
Efek farmakologis yang dimiliki seluruh bagian tanaman kemangi di antaranya inenghilangkan bau badan dan bau mulut, anastesi, mernbantu mengatasi ejakulasi prematur, anti kholinesterase, merangsang aktivitas saraf pusat, melebarkan pembuluh kapiler (merangsang ereksi), menguatkan hepar, merangsang hormon estrogen, merangsang faktor kekebalan tubuh, merangsang ASI, melebarkan pembuluh darah, mencegah pengentalan darah, melancarkan sirkulasi, merangsang keluarnya hormon androgen dan hormon estrogen, serta mencegah pengeroposan tulang. Selain itu, daunnya bermanfaat untuk memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan, menurunkan gula darah, antihepatitis, diuretik, merangsang saraf, dan analeptik.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan Perbanyakan
Kemangi dapat dilakukan dengan biji. Kemangi dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dun Pemanfaatannya
Daun, biji, dan akar dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Bau badan dan bau keringat
Tumbuk halus daun, biji, dan akar kemangi secukupnya, lalu seduh dengan air panas sebanyak 1 gelas. Saring air seduhan, lalu tambahkan gula aren secukupnya. Minum air seduhan pada pagi dan malam hari.
2. Bau mulut, badan lesu
Daun kemangi dimakan langsung sebagai lalap.
3. Ejakulasi prematur, peluruh gas perut, peluruh haid, peluruh asi, panas dalam, dan sariawan
Rebus daun kemangi segar atau kering sebanyak 15 g dalam 2 gelas air selama 15 menit. Minum dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
Selengkapnya...
Minggu, 02 Januari 2011
KELOR
A. Nama
1. Nama ilmiah : Moringa oleifera Lamk.
2. Nama daerah: marongghi (Madura), kelor (Sunda), kelor (Melayu), murong (Aceh), kawona (Sumba), munggai (Minangkabau), kelo (Ternate)
3. Nama asing : -
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Tumbuhan kelor memiliki rasa agak pahit, bersifat netral, dan tidak beracun. Bahan kimia yang terkandung pada biji kelor di antaranya minyak “behen”; pada kulit akar minyak terbang; sedangkan pada sel-sel tertentu mengandung myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, dan vitamin (A, B1, B2, serta C).
Efek farmakologis yang dimiliki oleh kelor di antaranya anti-inflamasi, antipiretik, dan antiskorbut.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kelor dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Kelor dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Akar, daun, dan biji dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Beri-beri dan udim
Giling akar kelor, akar pepaya, dan kulit lawang atau cengkih masing-masing satu jari. Tambahkan air, peras, dan saring. Bagi air saringan menjadi 2 bagian yang sama. Minum air hasil saringan sebanyak dua kali sehari, masing-masing 1 bagian
.
2. Biduran dan alergi
Rebus 3 tangkai daun kelor, 1 siung bawang merah, serta adas dan pulasari secukupnya dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring dan minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.
3. Kurap (herpes) dan luka bernanah
Tumbuk daun kelor dengan kapur, lalu balurkan basil tumbukan pada kurap.
4. Rabun ayam
Tumbuk 3 tangkai daun kelor sampai halus, lalu seduh dengan 1 cangkir air masak dan saring. Tambahkan madu ke dalam air daun kelor yang tersaring, lalu aduk sampai merata. Minum sebelum tidur.
5. Sariawan, sulit buang air kecil, badan lemah, nafsu makan kurang, sakit kuning, rematik, nyeri dan pegal linu, histeri, dan epilepsi
Rebus akar kelor sebanyak 1 jari dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lain saring. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing
1/2 gelas.
Selengkapnya...
1. Nama ilmiah : Moringa oleifera Lamk.
2. Nama daerah: marongghi (Madura), kelor (Sunda), kelor (Melayu), murong (Aceh), kawona (Sumba), munggai (Minangkabau), kelo (Ternate)
3. Nama asing : -
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Tumbuhan kelor memiliki rasa agak pahit, bersifat netral, dan tidak beracun. Bahan kimia yang terkandung pada biji kelor di antaranya minyak “behen”; pada kulit akar minyak terbang; sedangkan pada sel-sel tertentu mengandung myrosine, emulsine, alkaloida pahit tidak beracun, dan vitamin (A, B1, B2, serta C).
Efek farmakologis yang dimiliki oleh kelor di antaranya anti-inflamasi, antipiretik, dan antiskorbut.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kelor dapat dilakukan dengan biji atau setek batang. Kelor dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Akar, daun, dan biji dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Beri-beri dan udim
Giling akar kelor, akar pepaya, dan kulit lawang atau cengkih masing-masing satu jari. Tambahkan air, peras, dan saring. Bagi air saringan menjadi 2 bagian yang sama. Minum air hasil saringan sebanyak dua kali sehari, masing-masing 1 bagian
.
2. Biduran dan alergi
Rebus 3 tangkai daun kelor, 1 siung bawang merah, serta adas dan pulasari secukupnya dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring dan minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.
3. Kurap (herpes) dan luka bernanah
Tumbuk daun kelor dengan kapur, lalu balurkan basil tumbukan pada kurap.
4. Rabun ayam
Tumbuk 3 tangkai daun kelor sampai halus, lalu seduh dengan 1 cangkir air masak dan saring. Tambahkan madu ke dalam air daun kelor yang tersaring, lalu aduk sampai merata. Minum sebelum tidur.
5. Sariawan, sulit buang air kecil, badan lemah, nafsu makan kurang, sakit kuning, rematik, nyeri dan pegal linu, histeri, dan epilepsi
Rebus akar kelor sebanyak 1 jari dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lain saring. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing
1/2 gelas.
Selengkapnya...
Jumat, 24 Desember 2010
Selamat Natal 2010 & Tahun Baru 2011
Semoga Terang Natal akan tinggal di Hati kita
dan menjadi terang bagi keluarga. Serta sesama.
Selamat Natal dan Tahun Baru.
Selengkapnya...
dan menjadi terang bagi keluarga. Serta sesama.
Selamat Natal dan Tahun Baru.
Rabu, 22 Desember 2010
Selamat Hari Ibu 22 Desember 2010
IBU iku panutan. Basa ibu uga dadi basa tuntunan. Ibu pancen sing nuntun basane anak sepisanan. Wiwit bocah cenger wis ngajari: “Hakkk… hak, ayo dieleg, mimik dhisik. Sik ya Ibu daksiram, sumuk nggendhong kowe…(lan sapanunggalane) .” Najan ing kahanan ngono bapak uga asring nandangi, ning frekuensine sok akeh ibu. Dadi, ibu pancen lancure basa (Jawa). Jane, uga wenang diarani “pahlawan”.
Kanthi tegen-mugen- rigen, ibu uga duwe naluri tekon (watak): bekti, surti, lan ngati-ati. Iku sing marahi padhanging ati. Watak kasebut, kang bakal didhunake marang anak, kanthi trap-trapane basa lan unggah-ungguh. Mula wiwit bocah tangi turu ibu sing njawani wis nggegulang pratingkah kanthi lagu: “Esuk-esuk srengenge uwis metu/Ibu, nyuwun pangestu keng putra badhe sinau….”
Selengkapnya...
Rabu, 15 Desember 2010
KELADI TIKUS
A. Nama
1. Nama ilmiah : Typhonium divaricatum (L) Dence.
2. Nama daerah : bira kecil, daun panta susu, ki babi, trenggiling mentik, ileus, kalamoyang, gofu sepa (Ternate).
3. Nama asing : rodent tuber (lnggris), sek su (Cina).
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Keladi tikus bersifat antivirus dan anti bakteri. Bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan ini masih belum banyak diketahui. Efek farmakologis yang dimiliki keladi tikus di antaranya mampu nembunuh/ menghambat pertumbuhan sel kanker dan menghilangkan efek buruk chemoteraphy.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan keladi tikus dapat dilakukan dengan umbi. Keladi tikus dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit. Tumbuhan ini sebaiknya digunakan dalam bentuk segar, diolah menjadi juice (sari tumbuhan), dan langsung diminum sesudah diolah. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan keladi tikus di antaranya sebagai berikut.
1. Borok, luka, dan koreng
Tumbuk halus umbi keladi tikus, adas (Foeniculum vulgore Mill.), dan pulosari (Alyxia reinwardtii Bl.) secukupnya. Tempelkan hasil tumbukan pada bagian tubuh yang sakit.
2. Frambusia
Aduk getah keladi tikus dan sedikit kapur sampai rata, lalu tempelkan ramuan pada bagian yang sakit.
3. Kanker: payudara, paru-paru, usus besar, rektum, lever, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, dan pankreas
Rendam seluruh bagian tumbuhan keladi tikus (daun, batang bunga, umbi) sebanyak 3 batang (50 g) selama setengah jam, lalu cuci sampai bersih. Tumbuk halus basil rendaman, tambahkan 40 ml air matang, lalu peras dengan kain. Campurkan 1/2 sendok madu ke dalam larutan, lalu minum larutan 30 menit sebelum makan tiga kali sehari. Air perasan harus segera diminum dan tidak boleh disimpan.
4. Menetralisir racun narkoba
Cuci umbi keladi tikus sebesar satu ruas ujung jari sampai bersih dengan air matang, lalu keprek dan langsung telan. Lakukan beberapa kali sehari.
Catatan:
• Wanita hamil dilarang minum tumbuhan obat ini.
• Penghalusan sebaiknya dilakukan dengan cara ditumbuk, tidak boleh diblender.
• Bila tangan gatal karena terkena bubuk ini cuci dengan air gula
• Hindarkan mata dan tumbukan bahan ini
• Air sari keladi tikus harus diminum segera tidak boleh disimpan
• Tumbuhan keladi tikus mudah busuk bila basah jadi harus disimpan di kulkas dengan cara tumbuhan dibungkus dengan kertas lalu dimasukkan ke dalam plastik kemudian disimpan dalam kulkas.
• Ramuan keladi tikus diminum saat perut kosong atau sekurang-kurangnya satu jam sebelumnya.< • Pasien yang baru dioperasi harus menunggu 2 minggu setelah operasi untuk meminum rarnuan ini. • Pengaruh minum ramuan ini adalah pada dua hari pertama akan terasa mual sedikit diare tinja berwarna hitam dan badan lesu • Apabila pasien mual dan muntah setelah lama minum ramuan ini maka pemakaian dihentikan sampai gejala hilang. Setelah itu, baru minum lagi atau dosisnya dikurangi.
Selengkapnya...
Sabtu, 04 Desember 2010
KEJI BELING
A. Nama
1. Nama ilmiah : Strobilanthes crispus Bl.
2. Nama daerah : daun picah belinq (Jakarta); daun keji beling, enyoh kelo (Jawa Tengah).
3. Nama asing: fenugreek.
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Bahan kimia yang terkandung dalam keji beling di antaranya kalium dengan kadar tinggi, natrium, kalsium, asam silikat, dan beberapa senyawa lainnya. Efek farmakologis keji beling di antaranya peluruh kencing (diuretic) dan pencahar.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan keji beling dapat dilakukan dengan setek batang. Keji
beling dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Daun keji beling dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Batu ginjal
Cuci 50 g daun keji beling, 7 batang meniran segar, dan 7 lembar daun ungu sampai bersih, lalu rebus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali sehari masing-masing 2/3 gelas.
Cara lainnya, cuci 5 lembar daun keji beling, 5 lembar daun tempuyung segar, dan 6 buah tongkol jagung, lalu rebus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali sehari masing-masing 3/4 gelas. Lakukan setiap hari sampai rasa sakit menghilang.
2. Batu kandung empedu
Cuci 5 lembar daun keji beling segar, 7 lembar daun ungu segar, sampai bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Air rebusan diminum seperti teh.
3. Batu kandung kencing
Cuci segenggam daun keji beling dan 1 tongkol jagung muda, lalu rebus dengan 2 liter air bersih sampai tersisa 1 liter. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum pada pagi dan sore hari masing-masing 1/2 gelas.
4. Kencing kurang lancar
Cuci 25 g daun keji beling segar sampai bersih kemudian direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring air rebusan lalu minum sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.
5. Kencing manis
Rebus 40 g daun keji beling segar, dengan 6 gelas air sampai air tersisa 3 gelas (untuk 3 hari). Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali masing-masing 1 gelas sehari.
6. Sembelit
Cuci setengah genggam daun keji beling segar sampai bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
7. Wasir
Rebus 40 g daun keji beling segar dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas (untuk 3 hari). Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali sehari masing-masing 1 gelas per hari.
Selengkapnya...
1. Nama ilmiah : Strobilanthes crispus Bl.
2. Nama daerah : daun picah belinq (Jakarta); daun keji beling, enyoh kelo (Jawa Tengah).
3. Nama asing: fenugreek.
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Bahan kimia yang terkandung dalam keji beling di antaranya kalium dengan kadar tinggi, natrium, kalsium, asam silikat, dan beberapa senyawa lainnya. Efek farmakologis keji beling di antaranya peluruh kencing (diuretic) dan pencahar.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan keji beling dapat dilakukan dengan setek batang. Keji
beling dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Daun keji beling dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Batu ginjal
Cuci 50 g daun keji beling, 7 batang meniran segar, dan 7 lembar daun ungu sampai bersih, lalu rebus dengan 4 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali sehari masing-masing 2/3 gelas.
Cara lainnya, cuci 5 lembar daun keji beling, 5 lembar daun tempuyung segar, dan 6 buah tongkol jagung, lalu rebus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali sehari masing-masing 3/4 gelas. Lakukan setiap hari sampai rasa sakit menghilang.
2. Batu kandung empedu
Cuci 5 lembar daun keji beling segar, 7 lembar daun ungu segar, sampai bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Air rebusan diminum seperti teh.
3. Batu kandung kencing
Cuci segenggam daun keji beling dan 1 tongkol jagung muda, lalu rebus dengan 2 liter air bersih sampai tersisa 1 liter. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum pada pagi dan sore hari masing-masing 1/2 gelas.
4. Kencing kurang lancar
Cuci 25 g daun keji beling segar sampai bersih kemudian direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring air rebusan lalu minum sekaligus. Lakukan pada pagi atau siang hari.
5. Kencing manis
Rebus 40 g daun keji beling segar, dengan 6 gelas air sampai air tersisa 3 gelas (untuk 3 hari). Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali masing-masing 1 gelas sehari.
6. Sembelit
Cuci setengah genggam daun keji beling segar sampai bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusan dan minum dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.
7. Wasir
Rebus 40 g daun keji beling segar dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas (untuk 3 hari). Setelah dingin, saring air rebusan dan minum tiga kali sehari masing-masing 1 gelas per hari.
Selengkapnya...
Senin, 22 November 2010
KI TOLOD
A. Nama
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan ki tolod dapat dilakukan dengan biji. Ki tolod dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Daun, bunga, dan seluruh bagian tumbuhan 14 tolod dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut
1. Asma, bronkhitis, dan radang tenggorokan
Cuci bersih 3 lembar daun ki tolod, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring air rebusan, lalu minum dua kali sehari pada pagi dan sore hari.
2. Luka
Cuci bersih daun ki tolod secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan hasil tumbukan pada luka, lalu balut dengan kain bersih. Balutan harus diganti dua sampai tiga kali sehari.
3. Obat kanker
Rebus dengan api kecil dan 3 lembar daun ki tolod beserta batangnya dalam 5 gelas air sampai tersisa 1—2 gelas. Minum air rebusan beberapa kali hingga habis dalam sehari.
4. Obat mata
Rebus dengan api kecil 3 lembar daun ki tolod beserta batangnya dalam 5 gelas air sampai tersisa 1—2 gelas. Air rebusan diminum beberapa kali hingga habis dalam sehari.
5. Sakit gigi
Cuci bersih 2 lembar daun ki tolod lalu tumbuk hingga halus. Letakkan hasil tumbukan pada gigi yang sakit/berlubang.
Selengkapnya...
1. Nama ilmiah : Isotoma longiflora Presl.
2. Nama daerah : 16 tolod, daun tolod (Sunda); sangkobak, kendali (Jawa).
3. Nama asing : ster van bethlehem.
B. Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis
Ki tolod mengandung getah beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ki tolod di antaranya senyawa alkaloid, yaitu lobelin, lobelamin, dan isotomin.
Efek farmakologis yang dimiliki ki tolod di antaranya antiradang, antineoplastik, anti-inflamasi, analgesik, dan hemostatik.
C. Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan ki tolod dapat dilakukan dengan biji. Ki tolod dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.
D. Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Daun, bunga, dan seluruh bagian tumbuhan 14 tolod dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut
1. Asma, bronkhitis, dan radang tenggorokan
Cuci bersih 3 lembar daun ki tolod, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring air rebusan, lalu minum dua kali sehari pada pagi dan sore hari.
2. Luka
Cuci bersih daun ki tolod secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan hasil tumbukan pada luka, lalu balut dengan kain bersih. Balutan harus diganti dua sampai tiga kali sehari.
3. Obat kanker
Rebus dengan api kecil dan 3 lembar daun ki tolod beserta batangnya dalam 5 gelas air sampai tersisa 1—2 gelas. Minum air rebusan beberapa kali hingga habis dalam sehari.
4. Obat mata
Rebus dengan api kecil 3 lembar daun ki tolod beserta batangnya dalam 5 gelas air sampai tersisa 1—2 gelas. Air rebusan diminum beberapa kali hingga habis dalam sehari.
5. Sakit gigi
Cuci bersih 2 lembar daun ki tolod lalu tumbuk hingga halus. Letakkan hasil tumbukan pada gigi yang sakit/berlubang.
Selengkapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)


