Rabu, 23 Juni 2010

JENGGER AYAM

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Celosia cristata L.
2. Nama daerah : celala (Gayo), jawer hayam (Sunda), jengger ayam (Jawa), janggar slap (Bali), kaputi ayam (Manado), bayam bludu (Sumatera Barat).
3. Nama asing : cock comb flowers (Inggris), ji guan hua (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Jengger ayam memiliki rasa manis dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jengger ayam di antaranya amarcrnthin, minyak lemak, kaemferitrin, dan pinitol.
Efek farmakologis jengger ayam di antaranya masuk meridian lever, dan ginjal, anti-radang, menghentikan pendarahan, menghentikan keputihan, serta menerangkan penglihatan.


C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan jengger ayam dilakukan dengan setek. Jengger ayam dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian bunga, balk segar maupun kering. Jika ingin disimpan, bunga sebaiknya dijemur terlebih dahulu. Bagian tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batuk darah (hemoptysis), mimisan (epistaxis), dan muntah darah (hematemesis)

Rebus dengan 15 g bunga jengger ayam, 30 g akar rimpang terate (Nelumbium nelumbo Druce.), dan 15 g urang-aring (Eclipta prostota) dengan 3 gelas air. Setelah airnya tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

2. Disentri
Rebus 10 g tumbuhan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusannya 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Lakukan secara rutin dan sampai sembuh.

3. Keputihan dan infeksi saluran kencing
Rebus 15 g tumbuhan dengan 4 gelas air sampai airnya tersisa 2 gelas, dinginkan, lalu saring, Minum air rebusannya 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

4. Wasir berdarah
Cuci bersih 15 g bunga jengger ayam, 30 g akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), dan 15 g urang-aring (Eclipta prostate). Rebus semua bahan dengan 3 gelas air. Setelah airnya tersisa 1 gelas, minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

5. Pendarahan rahim saat tidak haid

Cuci bersih 15 g bunga jengger ayam dan 30 g umbi daun dewa. Rebus kedua bahan dengan 2 gelas air. Setelah airnya tersisa 1 gelas, minum sekaligus 1 gelas sehari.
Selengkapnya...

Minggu, 13 Juni 2010

JATI BELANDA

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Guazuma ulmifolia Lamk.
2. Nama daerah : jati londo (Jawa).
3. Nama asing : bastard cadar (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat dan jati belanda belum banyak diketahui. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jati belanda di antaranya asam damar, zat samak, zat pahit, glikose, dan minyak lemak.
Efek farmakologis yang dimiiki oleh jati belanda di antaranya anti-diare, astringen, dan menguruskan badan.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jati belanda dilakukan dengan biji. Jati belanda dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Jati belanda menghendaki tempat yang terbuka dan cukup sinar matahari.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun, biji, dan kulit dalam jati belanda dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.
1. Kolera, sakit perut, dan diare
Sangrai biji jati belanda secukupnya, tumbuk sampai menjadi bubuk, lalu simpan dalam toples. Rebus 1 sendok teh bubuk biji jati belanda dengan 1 1/2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusannya, dinginkan, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

2. Penyakit kaki gajah dan obesitas (kegemukan)
Cuci 7 lembar daun dan sepotong rimpang bengle. Rebus bahan tersebut dengan 1 ½ gelas air sampai tersisa 1 gelas lalu dinginkan. Saring air rebusannya lalu minum pagi dan sore, masing-masing ½ gelas.


Catatan : wanita hamil dilarang minum air rebusan jati belanda


Selengkapnya...

JARONG

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Achyranthes aspera L.
2. Nama daerah : jarong lalaki (Sunda), rumjarum (Madura), dan ngadirengga (Jawa Tengah).
3. Nama asing : dao kou cao (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Dalam farmakologi Cina, jarong memiliki rasa agak pahit dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jarong di antaranya akiranlin glukosa, galaktosa, reiosa, ranmosa, alkaloid, hentriakontan, sapogenin, betain ecdysterone, dan triterpenoid saponnin.
Efek farmakologis jarong di antaranya melancarkan peredaran darah, peluruh haid, memperkuat hati, dan ginjal, memperkuat otot, urat, serta tulang, anti-inflamasi, anti-racun, peluruh kencing, dan hemostatik.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jarong dilakukan dengan batang dan akar tunggang. Jarong dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Seluruh bagian tumbuhan, termasuk akarnya, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Bisul besar di ketiak (carbuncle)
Campurkan 50 g tumbuhan segar dengan 1 cangkir air matang dan 1 seloki arak, lalu ditim. Saring air rebusan lalu minum sekaligus 1 kali sehari. Sementara itu, lumatkan ampasnya lalu tempelkan ke bisulnya.

2. Bronkhitis, radang pan, dan radang amandel
Rebus 10 g tumbuhan kering atau 40 g tumbuhan segar dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas lalu dinginkan. Saring air rebusan lalu minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

3. Gondok
Rebus 10 g akar jarong dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas lalu dinginkan. Saring air rebusan lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas. Selain itu, lumatkan akarnya lalu tempelkan ke bagian yang sakit.

4. Kencing batu dan infeksi ginjal
Rebus seluruh 25 g tumbuhan segar dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring air rebusan lalu diminum sekaligus 1 gelas sehari.

5. Malaria
Rebus 15 g tumbuhan kering atau 60 g tumbuhan segar dengan 6 gelas air sampai tersisa 3 gelas lalu dinginkan. Saring air rebusan lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

Selengkapnya...

Minggu, 06 Juni 2010

JARAK WULUNG

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Jatropha Gossypipolia L.
2. Nama daerah : jarak ulung (Lampung), jarak cina (Jawa Tengah), kaleke jarak (Madura).
3. Nama asing : cotton leafed (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat jarak wulung belum banyak diketahui, tetapi bahan kimia jarak wulung yang diketahui di antaranya alkaloid, tanin, kalsium oksalat, dan sulfur pectic substans. Selain itu, minyak dan biji jarak wulung mengandung co-carcinogenic esters dan 12-deoxy-16-hydroxyphorboll yang berfungsi sebagai anti-kanker.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh jarak wulung di antaranya sebagai pencahar, menghilangkan nafsu makan.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUITAN
Perbanyakan jarak wulung dapat dilakukan dengan biji dan anakan. Jarak wulung dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun dan biji jarak wulung dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Bengkak terpukul dan penyakit kulit

Cuci 3—4 helai daun segar jarak wulung sampai bersih, olesi dengan minyak kelapa, lalu panaskan di atas api sampai layu. Tempelkan daun pada perut saat masih hangat.

2. Demam

Cuci 10—15 helai daun segar jarak wulung sampai bersih, rebus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, gunakan air rebusan untuk mandi.

3. Susah buang air besar
Cuci bersih 20 butir biji jarak wulung, sangrai, lalu tumbuk sampai halus. Seduh hasil tumbukan dengan 1 cangkir air panas, lalu minum sekaligus 1 cangkir sehari.

Selengkapnya...

JARAK PAGAR

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Jatropha curcas L.
2. Nama daerah : jarak costa (Melayu), jarak kusta (Sunda), kalele (Madura), jarak pager (Bali), bintalo (Gorontalo), balacai hisa (Ternate).
3. Nama asing : purging nut (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Jarak pagar memiliki rasa pahit dan bersifat sejuk, tetapi bijinya sangat beracun. Beberapa bahan kimia dalam jarak pagar di antaranya, -amirin, kanipesterol, stigmasterol, -sitosterol, 7-keto-Sitosterol, dan HCN.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh jarak pagar di antaranya melancarkan darah (stagnant blood dispelling), menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, dan menghilangkan gatal (anti-pniritic).

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jarak pagar dapat dilakukan dengan biji. Jarak pagar dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun segar dad jarak pagar dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Bengkak terpukul, terkilir, patah tulang, dan luka berdarah
Cuci 7 helai daun segar sampai bersih, tumbuk sampai hancur, tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan, lalu borehkan ke bagian yang sakit. Jika diperlukan, borehkan 3 kali sehari.

2. Gatal-gatal, eksim, dan jamur di kaki
Panaskan 3—5 helai daun segar di atas api sampai menjadi layu dan lemas. Remas-remas daun layu lalu tempelkan di bagian yang sakit.

3. Lepra
Cuci 9 helai daun segar sampai bersih, tumbuk sampai hancur, tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan, borehkan ke bagian yang sakit, lalu balut dengan kain atau perban. Cuci bagian yang terkena lepra dengan rebusan air daun sirih atau alkohol, ganti ramuan, lalu balut kembali. Lakukan secara rutin 2 kali sehari.

4. Penyubur rambut
Basahi kulit kepala dengan minyak jarak pagar sambil dipijat. Lakukan seminggu sekali dengan cara yang sama.

5. Rematik.
Cuci 10 helai daun segar sampai bersih, tumbuk sampai hancur, tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan, lalu borehkan ke bagian yang sakit. Jika diperlukan, borehkan 3 kali sehari.

Catatan :
• Minyak jarak pagar dapat dibeli di apotik atau toko obat.
• Biji jarak pagar sangat beracun, karena itu pemakaiannya harus berhati-hati.
• Untuk menghilangkan racun biji sebaiknya biji disangrai dahulu.
• Wanita hamil dilarang minum ramuan dan jarak pagar


Selengkapnya...

JARAK CINA

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Jatropha multifida Linn.
2. Nama daerah : jarak cina, pohon yodium, jarak tintir (Jawa); jarak gurita (Sunda), balacai batai (Ternate).
3. Nama asing : coral plant (Inggris).

B. KALNDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Jarak cina memiliki rasa agak pahit dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam jarak cina di antaranya -amirin, kampesterol, 7 -diol, stigmaterol, -sitosterol, dan HCN. Batangnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan tanin.
Efek farmakologis jarak cina di antaranya penurun panas, anti-inflamasi, dan menghambat pendarahan.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jarak cina dilakukan dengan biji. Jarak cina dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Jarak cina menghendaki tempat cukup matahari.


D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Biji, daun, dan getah jarak cina dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Bengkak terpukul, terkilir, tulang patah, dan luka berdarah
Cuci bersih 7 helai daun segar, tumbuk sampai hancur, lalu tambahkan sedikit air sampai membentuk adonan. Borehkan adonan jarak cina ke bagian yang sakit.

2. Luka berdarah

Oleskan getah batang atau daun pada bagian luka baru.

3 Mencegah dan mengobati kerusakan gigi

Tumbuk 1 butir biji sampai halus lalu seduh dengan gelas air panas. Setelah dingin, gunakan air seduhan untuk berkumur selama 3—5 menit. Lakukan secara rutin 3 kali sehari.

Selengkapnya...

Kamis, 27 Mei 2010

JALI

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Coix lachryma -jobi L.
2. Nama daerah : singkoru batu (Batak Toba), anjalae batu (Minangkabau), jali batu (Melayu), komangge (Sumba), jagung jali kasekore (Halmahera).
3. Nama asing : yi yi ren (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Akar jali memiliki rasa manis, tawar, dan bersifat sedikit dingin, serta masuk meridian limpa. Biji jali memiliki rasa manis, tawar, dan bersifat sedikit dingin, serta masuk meridian limpa, paru dan ginjal. Bahan kimia dalam buah jali di antaranya protein, lemak, karbohidrat, vitamin B1. Biji jali mengandung asam amino, coixol, coicin, coixenolide. Sementara itu, daun jali mengandung alkaloid dan akar mengandung asam palmitat, asam stearat stigmasterol, potassium chlorida, glukosa, tajin, coixol, vitamin B1, serta phytin.

Efek farmakologis jali di antaranya penguat limpa, peluruh kencing, anti-radang, mematikan serangga, anti-toksin, peningkat daya tahan tubuh (imunitas), menghilangkan lembap, mengeluarkan nanah, dan menyembuhkan bisul. Selain itu, biji jali juga dapat menghambat sel kanker pada tingkat metafase.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan jali dilakukan dengan biji. Jali dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Akar dan biji jali dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Air kencing sedikit karena infeksi dan penyumbatan bath di saluran kencing, serta kencing bernanah
Cuci bersih 30 g akar kering lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

2. Beri-beri
Cuci bersih 25 g akar kering lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin, minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

3. Kanker lambung, kanker paru, dan kanker mulut rahim
Cuci bersih 15—60 g biji kering lalu rebus dengan 6 gelas air tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

4. Radang paru-paru, demam, dan batuk sesak
Cuci bersih 10—15 g akar kering lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, minum air rebusan bersama 1 sendok makan madu 3 kali sehari masing-masing ½ gelas.

5. Rematik
Cuci bersih 50 g biji kering lalu rebus dengan 6 gelas air sampai airnya tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

6. Sakit kuning
Cuci bersih 30 g akar kering lalu rebus dengan 4 gelas air sampai tersisa menjadi 2 gelas. Setelah dingin, minum air rebusan 2 kali sehari, masing-masing I gelas.

Selengkapnya...

JAHE MERAH

A. NAMA
1. Nama ilmiah: Zingiber officinale Linn. Var. rubrum
2. 2. Nama daerah : hulia barah, hulia udang (Aceh); jahe sunti (Jawa).
3. 3. Nama asing : red ginger (Inggris); khian jiang chiang (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Jahe merah memiliki rasa pedas dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia dalam jahe merah di antaranya gingerol, minyak terbang, linionene, -linolenic acid, aspartic, -sitosterol, tepung kanji, caprylic acid, capsaicin, chlorogenic acid, dan farnesol.

Efek farmakologis yang dimiliki oleh jahe merah di antaranya merangsang ereksi, penghambat keluarnya enzim 5-lipoksigenase dan siklo-oksigenase serta meningkatkan aktivitas kelenjar endokrin. Selain itu, jahe merah juga memiliki efek farmakologis untuk memperlambat proses penuaan, merangsang regenerasi sel kulit, dan bahan pewangi.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan jahe merah dapat dilakukan dengan rimpang. Jahe merah dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Rimpang jahe merah dapat climanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batuk kering menahun
Kunyah 15 g akar rimpang (rhizoma), ambil airnya, lalu telan. Lakukan 3 kali sehari pagi, siang, dan sore setelah makan dengan jumlah yang sama.

2. Gatal-gatal, luka lecet, terkena dun, dan luka tikam
Haluskan 15 g jahe, 3 siung bawang merah, lalu ditempelkan di tempat luka. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

3. Gigitan ular
Tumbuk halus 10—15 g jahe bersama ½ sendok teh garam lalu tapalkan ramuan pada bagian yang terkena gigitan ular. Ramuan ini hanya sebagai pertolongan pertama.

4. Melestarikan gairah seksual
Tumbuk sampai halus 10 g jahe, 30 g lengkuas (Languas galanga L.), dan 5 g llada (Piper ningrum L.). Peras 1 buah mengkudu (Morinda citrfolia L.) lalu campurkan airnya ke dalam hasil tumbukan bersama 1 gelas air panas. Peras llalu saring campuran bahan di atas sampai diperoleh segelas air ramuan. Tambahkan ke dalamnya 5 g garam dapur, aduk sampai rata, lalu bagi menjadi 2 bagian, masing-masing untuk suami dan istri. Minum bersama 1 sendok makan madu.

5. Meningkatkan daya tahan tubuh
Cud bersih 20 g jahe, 20 g temulawak, 20 g lempuyang wangi, dan 10 g biji ketumbar. Iris tipis-tipis jahe, temulawak, dan lempuyang wangi lalu jemur sampai kering. Tumbuk halus semua bahan bersama ketumbar sampai menjadi bubuk lalu simpan dalam toples. Penggunaan ramuan ini adalah seduh 1 sendok makan bubuk dengan ½ gelas air mendidih. Tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai rata, lalu minum ramuan 2 kali sehari dengan jumlah yang sama.

6. Obat kuat (afrodisiak)
Cuci bersih 10 g jahe, 10 g biji kucai, 10 g biji pare kering, 15 butir merica, dan 1 sendok teh gula merah. Haluskan semua bahan lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum air rebusan saat hangat sekaligus. Ulangi 2 kali sehari dengan dosis atau jumlah yang sama.

Selengkapnya...

Sabtu, 22 Mei 2010

ILER

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Coleus scutellarioides (L.) Benth.
2. Nama daerah: si gresing (Batak), iler (Jawa Tengah), jawek kotok (Sunda), ati-ati (Bugis), dan adong-adong (Palembang).
3. Nama asing : mayana (Tagalog) dan tzai ye coo (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Dalam farmakologi Cina, tumbuhan iler memiliki rasa agak pahit dan berbau harum. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam tumbuhan her di antaranya kaya tanin, minyak asiri, lemak, dan phyosterol calcium oxalate.
Efek farmakologis tumbuhan iler di antaranya peluruh haid, penambah nafsu makan, menetralisir racun, menghilangkan gumpalan darah, mempercepat pematangan bisul, dan sebagal obat cacing.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan 11cr dapat dilakukan dengan biji dan setek batang. Iler dipelihara dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun dan akar iler dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Bisul, abses, dan borok
Cuci bersih 10 helai daun iler segar, tumbuk sampai halus, lalu tambahkan sedikit air bersih sampai membentuk adonan. Gunakan adonan ini untuk menutup bisul, abses, dan borok, lalu dibalut. Ganti obat dart balut kembali 2—3 kali sehari.

2. Cacingan
Cuci bersih 7 helai daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

3. Gangguan pencernaan
Cuci bersih 10 he]ai daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

4. Keputihan
Cuci bersih 7 helai daun segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

5. Perut mules
Cuci bersih 3 potong akar iler, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

6 Radang telinga
Cuci bersih 15 lembar daun iler segar, lalu giling halus. Tambahkan 3 sendok makan air matang, lalu aduk sampai rata. Peras hasil adukan lalu saring dengan sepotong kain. Teteskan air yang tersaring pada telinga yang sakit sebanyak 2—3 tetes. Lakukan 4—6 kali sehari.

7. Terlambat haid
Cuci bersih 7 helai daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

8. Wasir
Cuci bersih 25 g daun iler segar lalu rebus dengan 2 gelas air. Tambahkan ke dalam air rebusan 1 sendok makan gula merah lalu aduk rata. Setelah air rebusannya tersisa 1 gelas, dinginkan, saring, lalu minum sekaligus 1 gelas sehari.

Selengkapnya...

INGGU

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Ruta augustifolia (L.) Pers.
2. Nama daerah : godong minggu (Jawa Tengah), aruda (Melayu), inggu (Sunda), anruda busu (Makasar).
3. Nama asing : rue (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMJA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Inggu memiliki rasa pahit, berbau aromatik, tetapi sedikit beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada inggu di antaranya minyak terbang, fenol, ester, rutin, glukosida, zat samak, skimianin, kokusaginin, dan beragapten.
Efek farmakologis yang dimiliki oleh inggu di antaranya antikejang, obat penenang.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan inggu dapat dilakukan dengan setek batang. Inggu dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun inggu beserta tangkai atau tanpa tangkai dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Demam, masuk angin, dan pegal-pegal
Cuci bersih ½ genggam herba inggu segar lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 3 kali sehari bersama 1 sendok makan madu, masing-masing ¾ gelas ramuan.

2. Eksim dan gudik
Cuci bersih 20 helai daun inggu, 1 jari kunyit, dan 1 sendok teh beras. Tumbuk semua bahan sampai halus, tambahkan sedikit air sehingga membentuk adonan. Gosokkan adonan secara merata pada kulit yang terkena eksim atau gudik

3. Kejang-kejang

Cuci bersih 15—20 g daun inggu segar, potong kecil-kecil, lalu rebus dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

4. Sakit gigi
Cuci bersih 3 helai daun inggu segar lalu tumbuk sampai halus. Masukkan hasil tumbukan ke gigi yang berlubang lalu tutup dengan kapas.

5. Sakit lever
Cuci bersih 7 helai daun inggu segar lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring, lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama. Minum air rebusan 2 kali sehari bersama 1 sendok teh gula bath, masing-masing ¾ gelas.

Kontra indikasi wanita hamil dilarang minum ramuan daun inggu.


Selengkapnya...