Kamis, 29 April 2010

BARU CINA


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Artemisia vulgaris L.
2. Nama daerah : beungkar kucing (Sunda), suket gajahan (Jawa), dan baru cina (Melayu).
3. Narna asing : moxa, wormwood, St. John’s plant (Inggris); ai ye, hia (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Dalam farmakologi Cina, disebutkan baru cina rasanya pahit, pedas, berbau aromatik, dan bersifat menghangatkan, Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam baru cina di antaranya -amirin, fernenol, dan cincole. Selain itu, akar dan batangnya banyak mengandung inulin, misalnya artemose serta pada cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi, alkohol dan ridentin.
Efek farmakologis baru cina di antaranya masuk meridian ginjal, paru, dan llimpa, menghilangkan sakit, melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, serta mengatur menstruasi.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyalcan dengan biji atau setek batang. Perawatannya dengan disiram cukup air, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATNYA
Seluruh bagian tumbuhan, baik kondisi segar maupun dikeringkan melalui diangin-anginkan, dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan baru cina di antaranya sebagai berikut.

1. Lemas setelah melahirkan

Cuci bersih selunth bagian tumbuhan baru cina sebanyak 4 pohon. Tambahkan 6 gelas air lalu rebus sampai tersisa 2 gelas untuk diminum 2 kali sehari. Lakukan sebelum makan dan ulangi secara rutin sampai badan terasa segar kembali.

2. Lemah syahwat
Cuci bersih 15—45 g biji baru cina, giling sampai halus, seduh dengan air hangat 1 gelas, lalu minum sekaligus. Lakukan secara rutin 1 gelas sehari.

3. Mencegah keguguran dan pergerakan janin yang berlebihan
Rebus 10—30 g tumbuhan baru cina dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum rebusan sekaligus 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

4. Melancarkan persalinan dan sulit mendapatkan keturunan

Rebus 10—30 g tumbuhan baru cina dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum rebusan sekaligus 3 kali sehari secara teratur, masing-masing 1 gelas.

5. Nyeri haid

Cuci bersih 20 g seluruh bagian tumbuhan baru cina lalu rebus dengan 2 gelas air selama 20 menit. Dinginkan, saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Catatan :
• Tumbuhan baru cina menimbulkan efek samping, seperti mulut kering, rasa tidak enak pada lambung, seperti mual, muntah, mencret, dan pusing.
• Untuk mengatasi hal di atas gunakan minyak daun baru cina.


Selengkapnya...

BUAH MAKASAR

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Brucea javanica (L.) Merr.
2. Nama daerah : walot (Sunda), kwalot (Jawa), malur (Batak), nagas (Ambon), dan tambara merica (Makasar).
3. Nama asing : brucea (Inggris) dan ya dan zi (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS


Buah makasar memiliki rasa pahit, dingin, dan beracun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam buah makasar di antaranya alkaloid, seperti brucamarine dan yatanine. Buah makasar juga mengandung phenol seperti bruceno dan bruceolic acid. Biji buah makasar mengandung brusatol dan bruceine, seperti bruceine A, B, C, D, E, F, G, serta H. Sementara itu, daging buahnya mengandung minyak lemak, aleicc acid, linoleic acid, stearic acid, palmitoleic acid.
Efek farmakologis buah makasar di antaranya penurun panas, antiracun, anti-disentri, anti-malaria, mematikan parasit (parasiticidal), antikanker (antineoplastik), menghambat sintesis DNA sel kanker, merangsang pembentukan sel darah merah pada sumsum tulang, serta meningkatkan fagosit dan makrofag.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan buah makasar dapat dilakukan dengan biji. Perawatan tumbuhan buah makasar dilakukan dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, ditanam di lokasi yang terlindung, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian biji, akar, dan daun buah makasar dapat digunalcan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Air kemih dan kotoran berdarah karena panas
Cuci bersih 25—50 butir biji buah makasar, tumbuk, lalu seduh dengan ½ cangkir air panas. Minum seduhannya 3 kali sehari, masing-masing ½ cangkir. Karena rasa yang pahit, hasil tumbukan dapat dimasukkan dalam kapsul lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 1 kapsul.

2. Disentri amuba
Cuci bersih 10—15 butir biji buah makasar, tumbuk, lalu seduh dengan ½ cangkir air panas. Minum seduhannya 3 kali sehari, masing-masing ½ cangkir. Karena rasa yang pahit, hasil tumbukan dapat dimasukkan dalam kapsul lalu dimakan 3 kali sehari, masing-masing 1 kapsul.

3. Keputihan karena Trichomonas sp.
Cuci bersib 20 butir biji buah makasar. Rebus dengan 2 gelas air bersih menggunakan pot tanah sampai tersisa ½ gelas. Semprotkan air rebusan ini menggunakan sprayer untuk mencuci kemaluan. Setiap penyemprotan dilakukan dengan 20—40 ml air rebusan. Jika sakitnya ringan, lakukan penyemprotan 1 kali sehari, sedangkan jika berat, lakukan penyemprotan 2—3 kali sehari.

4. Kanker kerongkongan, kanker lambung, kanker serviks, kauker kulit, dan leukimia
Cuci bersih 25 butir buah makasar segar atau 15 butir buah kering lalu tumbuk sampai menjadi bubuk. Seduh bubuknya dengan ½ cangkir lalu minum sekaligus 3 kali sehari.

5. Malaria
Cuci bersih 15—20 g akar buah makasar lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin, minum air rebusan 1 kali sehari.

Kontra indikasi wanita hamil dilarang minum ramuan buah makasar.

Selengkapnya...

BLUSTRU

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Luffa aegyptica Mill.,Luffa cylindrica (L.) Roem.
2. Nama daerah bestru, blestru, blustru (Jawa); lopang, oyong (Sunda); blustru (Betawi); ketela manis (Melayu); hurung jawa (Palembang); dodahala (Halmahera).
3. Nama asing : si gua luo (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Blustru memiiki rasa manis dan sejuk, kecuali pada akarnya yang memiliki rasa palilt, bersifat dingin, dan mengandung racun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam blustru di antaranya saponin, lufein, citrulline, atau cucurbitaen, lemak, protein, xylan, vitamin B dan C, minyak lemak squalene, -spinasterol, arginin, lisin, alanin, galaktosa, serta manitosa.
Efek farmakologis blustru di antaranya mengatasi susah buang air besar, antiradang, dan antibatuk.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan dapat dilakukan dengan anakan. Tumbuhan blustru dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang, dan akar blustru dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Batuk disertal sesak

Cuci 10—15 g bunga blustru lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring, tambahkan 1 sendok makan madu, aduk rata, lalu minum 3 kali sehari.

2. Bisul tidak kunjung pecah
Cuci bersih akar blustru yang tua secukupnya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Gunakan air rebusannya untuk mengompres bisul. Lakukan secara teratur sampai bisul matang dan pecah dengan sendirinya.

3. Haid tidak teratur
Cuci bersih 4 jari daging buah blustru, parut, lalu remas-remas. Tambahkan garam secukupnya dan 1/2 cangkir air matang lalu peras. Saring hasil parutan untuk diminum sekaligus. Lakukan pagi, siang, dan sore dengan dosis yang sama.

4. Sakit pinggang
Cuci bersih akar secukupnya, bakar dengan alas genting sampai hangus, làlu tumbuk sampai menjadi bubuk. Ambil 10 g bubuk, campur dengan 1/2 seloki arak, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

5. Sesak napas (asma)

Cuci 5 helai daun muda blustru lalu letakkan di atas nasi yang masih panas. Daun yang layu ini dimakan sebagai lalap bersama nasi. Lakukan 1 kali sehari.

Kontra indikasi : wanita hamil dan penderita fungsi limpa lemah dilarang minum semua ramuan blustru.

Selengkapnya...

BANGLE

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Zingiber purpureum Roxb.
2. Nama daerah : mugle (Aceh), banlai (Minangkabau), bungle (Batak), panglai (Sunda), kunyit bolai (Melayu), bengle (Jawa Tengah), dan unin pakei (Ambon).
3. Nama asing : purple ginger (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS

Bengle memiliki bau khas yang menyengat, sedikit pahit, dan pedas. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam rimpang bangle di antaranya damar, pati, tanin, dan minyak asiri, seperti sineol serta pinen.
Efek farmakologis bengle di antaranya peluruh dahak (expectorant), peluruh kentut, dan penurun panas. Selain itu, bengle juga sebagai pembersih darah, obat cacing (vermige), dan pencahar (laxactive).

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan bangle dilakukan dengan rimpang. Bengle dirawat dengan disiram cukup air, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Bagian rimpang dan daun bengle dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut

1. Cacingan
Cuci dan iris tipis-tipis 20 g rimpang bangle, 15 g temu hitam, serta 3 lembar daun sirih. Tambahkan 5 biji ketumbar yang telah dicuci lalu tumbuk semua bahan ramuan tersebut sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak, aduk sampai rata, lalu diperas. Saring air perasannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari sekali.

2. Demam dan masuk angin
Cuci bersih 15 g rimpang bangle segar, 15 g lempuyang wangi, 15 g jahe, dan 15 g kencur. Parut semua bahan, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

3. Gangguan mata
Cuci 15 g rimpang bangle lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari.

4. Kegemukan atau untuk mengurangi lemak tubuh
Cuci bersih 15 g rimpang bangle, 7 helai daun jati belanda, dan 10 g daun kemuning. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari di pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas.

5. Kepala pusing karena demam dan nyeri sendi
Cuci bersih 2 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Jika pusing, piliskan adonan pada dahi dan di bagian nyeri sendi.

6. Mengecilkcan perut setelah melahirkan
Cuci bersih 4 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Oleskan adonan pada bagian perut.

7. Perut mules
Cuci bersih 10 g rimpang bangle segar, 10 g lempuyang wangi, 10 g jahe, dan 10 g kencur. Parut semua bahan lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus selagi hangat 1 kali sehari di saat mules.

8. Sakit kuning
Cuci rimpang bangle sebesar ½ jari tangan sampai bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu ke dalam hasil parutan masing-masing 1 sendok makan. Peras hasil parutan lalu saning. Minum air yang tersaring sekaligus dan lakukan 2 kali sehari.

Selengkapnya...

BELUNTAS

A. NAMA
1. Nama ilmiah : Pluchea indica (L.) Lees.
2. Nama daerah : luntas (Jawa Tengah), beluntas (Sunda), baluntas (Madura), lamutasa (Makasar), dan lenabou (Timor).
3. Nama asing : marsh heabane dan luan yi (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Beluntas memiiki rasa getir dan bau yang khas. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam beluntas di antaranya alkaioid dan minyak asiri.
Efek farmakoiogis daun beluntas adalah menambah nafsu makan dan membantu pencernaan.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan beluntas dilakukan dengan setek batang. Beluntas dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan, baik segar manpun kering, dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa panyakit sebagai berikut.

1. Gangguan pencernaan pada anak
Cuci bersih 3—5 helai dauu beluntas, remas-remas, campur dengan bubur saring atau nasi tim, aduk, lalu makan. Lakukan setiap kali makan. Cara lainnya, peras 10 helai daun, tambahkan 1 sendok makan madu, lalu aduk rata. Campurkan ramuan ini pada nasi tim atau bubur saring untuk diberikan setiap makan.

2. Menghilangkan bau badan
Cuci bersih 10—15 helai daun beluntas lalu makan sebagai lalap. Lakukan secara rutin 3 kali sehari.

3. Penurun panas

Cuci bersih 10 g daun beluntas segar lalu rebus atau seduh seperti minum teh. Lakukan secara rutin 1 gelas sehari. Ramuan dapat digunakan sebagai peluruh keringat.

4. Rematik dan nyeri pada persenthan
Rebus 15 g akar beluntas dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Saring, lalu minum 2 kali sehari masing-masing ½ gelas.

Selengkapnya...

Senin, 26 April 2010

CEMPAKA KUNING


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Michelia campaca L.
2. Nama daerah : campaka koneng, campaka (Sunda); kantil, locari, pecari, cempaka kuning, cempaka, cepaka (Jawa); kempang koneng, compaka koneng (Madura); cepaga, bungamacela (Bugis); cupaka, hapaka (Halmahera); campaga (Minangkabau) ; jeumpa (Aceh); cempaka, cempaka kuning (Melaw).
3. Nama asing : orange chempaka (Inggris), wang mien kui (Cina).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Cempaka kuning memiliki rasa pahit dan berbau aromatik. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam cempaka kuning di antaranya minyak terbang, palmitin, damar, asam damar, alkaloida, zat samak, resin, dan tanin.
Efek farmakologis yang diniliki oleh cempaka kuning di antaranya tonikum,febrifugum, aromatikum, pengelat, menambah nafsu makan, peluruh haid (emenagog), pelembut kulit (demulcent), pelunih kemih (diuretik), peluruh kentut.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan cempaka kuning dapat dilakukan dengan setek batang. Cempaka kuning dirawat dengan disiram cukup air, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Kulit batang, daun, dan bunga cempaka kuning dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit dan mengatasi gangguan kesehatan sebagaii berikut.

1. Haid tidak teratur

Cuci bersih 3 jari kulit akar cempaka kuning dan 15 g umbi rumput teki (Cyperus rotundus). Tumbuk semua bahan lalu rebus dengan 2 gelas air. Setelah airnya tersisa 1 gelas, bubuhkan sedikit garam, dinginkan, lalu saring air rebusannya. Minum ramuan sekaligus 1 gelas sehari.

2. Kencing nanah (gonorrhoea)
Cuci 18 kuntum bunga cempaka kuning, 2 tangkai bunga kelapa, dan 30 g daun sambiloto. Tambahkan 3 gelas air kelapa muda lalu rebus sampai 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya untuk diminum 2 kali sehari.

3. Keputihan (leucorrhoea)
Cuci bersih 10 kuntum bunga cempaka kuning, 30 g sambiloto, dan 30 g kulit delima kering. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai airnya 2 gelas. Dinginkan, saring, lalu bagi menjadi 2 bagian yang sama banyak. Minum air rebusannya 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

4. Rematik
Cuci 8 helai daun cempaka kuning, 5 butir buah belimbing wuluh, 15 butir cengkeh, 15 butir lada hitam, 15 g jahe merah. Tumbuk sampai halus semua bahan tersebut, lalu remas-remas. Tambahkan 40 ml air jeruk nipis dan 20 ml minyak kayu putih lalu aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini menggosok dan mengurut bagian tubub yang sakit.
Cara lainnya, cuci bersih 20 g daun cempaka kuning, 30 g daun belimbing wuluh, dan 15 butir lada hitam, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan cuka beras putih seperlunya ke dalam campuran bahan-baban tersebut lalu digosokkan pada bagian tubuh yang sakit.


Catatan wanita hamil dilarang minum rebusan cempaka kuning.

Selengkapnya...

CEMPLONAN


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Drymuric cordata Wild.
2. Nama daerah : sirempus bide (Batak); piti-piti (Mákasar); jukut ibun (Sunda); angleng, kantingan, randa nunut, selaton, cebungan, cemplonan (Jawa); rekere nindu (Madura).
3. Nama asing : -

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Sifat tumbuhan cemplonan belum banyak diketahui, tetapi beberapa bahan kimia yang terkandung dalam cemplonan di antaranya alkaloid dan polifenol.
Efek farmakologis cemplonan di antaranya penurun panas dan penyembuh urus-urus.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan tumbuhan cemplonan dapat dilakukan dengan setek dan anakan. Cemplonan dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Seluruh bagian tumbuhan cemplonan dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit berikut.

1. Bisul
Tumbuk daun cemplonan segar secukupnya sarnpai halus lalu tempelkan pada bagian yang terkena bisul.

2. Demam dan urus-urus
Cuci bersih 25 g daun cemplonan segar, tumbuk sampai halus, lalu peras. Saring air perasan yang diperoleh lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

3. Herpes
Cuci bersih seluruh bagian tumbuhan cemplonan secukupnya, tumbuk sampai halus, lalu rekatkan hasil tumbukan dengan nasi. Tumbuk lagi sampai halus, bentuk bulat dari hasil tumbukan, bungkus plastik, lalu letakkan ke dalam kulkas. Tempelkan ke bagian yang terkena herpes sesudah mandi pagi dan sore lalu balut dengan kain atau perban.

Selengkapnya...

CENDANA


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Santalum album Linn.
2. Nama daerah : cendana (Melayu); candani, candana (Jawa); candhana lakek (Madura), tindana, sindana (Dayak); candana (Bali), dana (Sumba), ayu luhi (Gorontalo).
3. Nama asing –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Cendana memiliki aroma yang harum. Beberapa bahan kimia yang dikandung oleh cendana di antaranya minyak terbang.
Efek farmakologis cendana di antaranya antiradang, antidisentri, dan emenagogum.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan cendana dapat dilakukan dengan biji, cangkok, dan okulasi. Cendana dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Bagian kayu, kulit, dan minyak dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Radang usus
Tumbuk kulit kayu cendana secukupnya sampai menjadi serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk kayu cendana lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

2. Berak darah dan gangguan pencernaan pada anak
Tumbuk kulit kayu cendana secukupnya sampai menjadi serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk kayu cendana, 1 sendok teh parutan buah pala lalaki (Myristica fatua Houtt.). Rebus semua bahan dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sekaligus 1 kali sehari.

Selengkapnya...

CINCAU RAMBAT


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Cyclea barbata Miers.
2. Nama daerah : cincao (Melayu); trawulu, camcauh (Sunda); camcau, krotok (Jawa Tengah).
3. Nama asing : buffalo gelatin (Inggris).

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Cincau rambat memiliki rasa agak manis dan bersifat dingin. Beberapa bahan kimia yang terdapat dalam cincau rambat di antaranya karbohidrat, zat lemak, alkaloid siklein, kardioplegikum, tentradine, dimetil tentradine, polifenol, saponin, dan flavonoid.
Efek farmakokgis cincau rambat di antaranya antidemam, antiracun, dan menurunkan tekanan darah.


C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN
Perbanyakan cincau rambat dapat dilakukan dengan setek batang. Cincau rambat dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Rimpang dan daun cincau rambat dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagal berikut.

1. Demam

Iris rimpang cincau rambat secukupnya menjadi beberapa bagian lalu rebus dengan air secukupnya. Setelah mendidih, saring, lalu minum sekaligus saat demam. Lakukan secara rutin 1 kali sehari.
Cara lainnya, cuci akar cincau secukupnya sampai bersih, seduh dengan air panas, lalu saring. Minum air saringannya sekaligus 1 kali sehari.

2. Radang lambung, tifus, dan penyakit usus
Cuci bersih 50 g daun cincau rambat segar. Remas-remas daun tersebut di dalam 4 gelas air matang, peras, lalu saring. Tambahkan 5 sendok teh gula pasir lalu biarkan sampai mengental. Potong agar-agar cincau menjadi kecil-kecil lalu makan cincau tersebut seperti minum es buah. Lakukan 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

3. Tekanan darah tinggi

Remas-remas daun cincau rambat secukupnya dengan clicampur air secukupnya sampai airnya berubah menjadi hijau. Tambahkan gula jawa secukupnya lalu biarkan sampai menjadi agar-agar. Potong agar-agar cincau menjadi kecil-kecil lalu makan cincau tersebut seperti minum es buah. Lakukan 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Selengkapnya...

Minggu, 25 April 2010

CINCAU POHON


A. NAMA
1. Nama ilmiah : Melastoma polyanthum B.
2. Nama daerah : hasendong (Sunda) dan senggani (Jawa).
3. Nama asing : –

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Cincau pohon memiliki rasa agak manis, bersifat dingin, dan sedikit berbau langu. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam cincau pohon di antaranya alkaloid, zat lemak, dan karbohidrat yang menyerap air.
Efek farmakologis cincau pohon di antaranya menurunkan tekanan darah.


C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUHAN

Perbanyakan cincau pohon dapat dilakukan dengan setek batang. Cincau pohon dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapari tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk dasar. Selain itu, tumbuhan ini menghendaki tempat yang terbuka dan sedilcit terlindung.

D. BAGlAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA
Daun cincau pohon dapat dimanfaatkan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Caranya, remas-remas daun cincau pohon secukupnya bersama air secukupnya sampai airnya berubah menjadi hijau. Tambahkan gula jawa secukupnya lalu biarkan sampai menjadi agar-agar. Potong agar-agar cincau menjadi kecil-kecil lalu makan cincau tersebut seperti minum es buah. Lakukan 3 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Selengkapnya...